Pengertian, jenis – jenis dan contoh Sumber Daya Alam yang tidak dapat Diperbaharui

Posted on

Kuliahpendidikan.com – Pada pembasan kali ini kita akan membahas tentang pengertian sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui serta jenis jenis sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui serta contoh contohnya.

Pengertian Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbaharui

Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui merupakan sumber daya alam yang apabila telah dimanfaatkan tidak dapat digunakan lagi. Sumber daya alam tersebut bisa terbentuk kembali akan tetapi membutuhkan waktu yang sangat panjang hingga ratusan bahkan jutaan tahun. Jumlah sumber daya ini relatif tetap dikarena tidak adanya atau sulit untuk penambahan atau pembentukan kembali.

sumber daya alam yang tidak dapat di perbaharui

Sumber daya alam tidak dapat diperbaharui pada umumnya berasal dari mineral bumi seperti mineral logam (timah, bijih besi, emas, bauksit, dan nikel) dan mineral non-logam (marmer, fosfat, pasir, dan batu) serta sumber daya alam energi yaitu, gas bumi, dan batu bara serta minyak bumi

Jenis-Jenis Sumber Daya Alam Yang Tidak Dapat Diperbaharui

Pada umumnya jenis  Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui dapat dibagi menjadi dua, yakni sumber daya alam mineral dan sumber daya alam energi.

Sumber Daya Alam Mineral

Sumber daya alam mineral merupakan sumber daya alam yang dapat dihasilkan dari kegiatan pertambangan. terdapat dua jenis sumber daya alam mineral, antaralain yaitu

 1. Mineral Logam

  • Nikel
  • Bijih Besi
  • Timah
  • Emas
  • Tembaga
  • Perak
  • Tembaga
  • Bauksit
  • Dan Lain-Lain

2. Mineral Non-logam

  • Batu Kapur
  • Marmer
  • Belerang
  • Fosfat
  • Intan
  • Yodium
  • Kaolin
  • Asbes

Baca Juga: Pengertian, jenis – jenis dan contoh Sumber Daya Alam yang dapat Diperbaharui

Sumber Daya Alam Energi

Sumber daya alam energi merupakan sumber daya alam yang dibutuhkan dalam hal energi.  jenis-jenis sumber daya alam energi antara lain yaitu:

Minyak Bumi

Minyak bumi terbentuk pada zaman primer, sekunder dan tersier yang terbentuk dari endapan pada suatu wilayah yang berbentuk endapan pada suatu wilayah yang cekung, rawa atau lautan dangkal. Endapan tersebut terbentuk atas mikroplankton yang mati lalu tercampur dengan lumpur yang biasa disebut Sapropelium. Selanjutnya, terjadi destilasi yaitu sapropelium yang terbentuk karena tekanan dari lapisan diatasnya serta pengaruh aktivitas magma maka membentuk minyak bumi kasar. Minyak bumi kasar yang sudah melalui pembusukan oleh organisme dan tersebar di antara pori – pori lempung lalu keluar melalui butir-butir pasir di dekatnya dan membentuk lapisan minyak bumi. Beberapa daerah diindonesia yang menghasilkan minyak bumi diantaranya yaitu Cepu (Jawa Tengah), Cirebon (Jawa Barat), Kutai, Tarakan (Kalimantan Timur) dan Sorong (Papua).

Gas Bumi

Di Indonesia, banyak terdapat minyak bumi dan gas bumi dalam satu reservoir atau sering disebut sumber gas bumi yang associated gas (asosiasi atau badan yang menaungi minyak bumi dan gas bumi dalam suatu lokasi), akan tetapi di beberapa tempat juga ditemui sumber gas alam yang hanya menghasilkan gas alam semata atau yang biasa disebut non-associated gas. Daerah di Indonesia yang terdapat sumber gas bumi non-associated terdapat di daerah Lhokseumawe (NAD).

Batu Bara

Batu bara terbentuk dari tumbuhan pakis-pakisan pada masa prasejarah melalui proses yang sangat panjang dan dalam waktu jutaan tahun. Tumbuhan pakis itu hidup di daerah rawa atau danau yang pada akan akhir mati lalu tertimbun oleh tumbuhan pakis yang berikutnya yang mati dan lama kelamaan membentuk lapisan yang tebal. Karena mendapat tekanan besar dan mendapat temperatur yang tinggi dari dalam bumi maka terjadi pengarangan yang biasa disebut batu bara. Daerah penghasil batu bara di Indonesia antaralain di hampir seluruh pesisir Kalimantan, Bukit Asam (Sumatra Selatan) dan Papua.

Menurut tingkat kebutuhannya, sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui dibagi menjadi dua yaitu:

 1. SDA yang tidak dapat diperbaharui yang tidak cepat habis

Sumber daya alam ini tidak cepat habis dikarena tingkat kebutuhan manusia akan sumber daya alam ini relative cukup kecil sehingga ketersediaannya di alam juga relatif masih banyak, contohnya seperti emas, permata dan intan.

2.SDA yang tidak dapat diperbaharui yang cepat habis

Sumber daya alam ini dapat cepat habis di karena tingkat kebutuhan manusia akan sumber daya alam ini sangat tinggi dan relatif banyak dipergunakan dalam keseharian, contohnya seperti minyak bumi, bensin dan gas alam.

Baca Juga:

Demikian lah penjelasan tentang sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui dan jenis jenis sumber daya alam yang tidak dapat di perbaharui serta contoh contoh nya. Semoga dapet bermanfaat bagi teman  teman. Terima kasih.