Sekularisme – Pengertian, Ciri, Bentuk, Dampak, Faktor, Contoh

Posted on

Kuliahpendidikan.com – Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang pengertian sekularisme menurut para ahli, Ciri, Bentuk, Dampak dan Contoh nya yang akan kita bahas dan kita jelaskan seperti di bawah ini.

Pengertian Sekularisme

Sekularisme adalah ideologi di mana lembaga negara harus dipisahkan dari urusan agama. Sekularisme dapat mendukung kebebasan untuk bergabung dengan agama dan kebebasan untuk percaya pada suatu keyakinan, yang kemudian mengarah pada sikap netral dalam menangani masalah dan tidak mempromosikan agama tertentu.

Gagasan sekularisme lainnya adalah transisi fungsi-non-religius yang pada awalnya dikendalikan oleh organisasi keagamaan dalam organisasi sekuler. pengertian ini cenderung berasumsi bahwa semua aktivitas manusia, seperti politik, harus didasarkan pada tujuan dan bentuk konkret, bukan pada pengaruh agama.

Definisi sekularisme adalah perjanjian yang menyiratkan ideologi atau kepercayaan yang selalu menyatakan bahwa pemahaman agama tidak boleh dimasukkan dalam urusan politik, negara atau lembaga publik lainnya.

Sekularisme - Pengertian, Ciri, Bentuk, Dampak, Faktor, Contoh

Pengertian Sekularisme Menurut Ahli

Sejauh pendapat ahli, makna sekularisme adalah sebagai berikut:

  1. Menurut George Jacob Holyoake adalah sistem etika yang didasarkan pada prinsip-prinsip moral dan independen dari agama dan supernaturalisme.
  2. Menurut H.M. Rasjidi adalah sistem etika filosofis yang bertujuan untuk memberikan interpretasi kehidupan manusia tanpa percaya kepada Tuhan, kitab suci, dan hari penghakiman terakhir.
  3. Kristen Harvey Cox, pembebasan manusia dari belenggu agama dan metafisika, yaitu transfer perhatian dari dunia lain ke dunia saat ini.
  4. Menurut Dr. Syamsuddin Arif adalah pemikiran yang memisahkan agama dari urusan duniawi. Agama dianggap terbatas pada urusan ibadah, agama tidak boleh ikut campur dalam urusan duniawi.
  5. Menurut Prof. dr. Syed Muhammad Najib, dalam pemikiran manusia, dibagi menjadi tiga komponen, yaitu pengosongan sifat semua makna spiritual, pernyataan politik dan pengosongan nilai-nilai agama dalam kehidupan.

Ciri Ciri sekularisme.

Karakteristik sekularisme meliputi:

  1. Percaya bahwa nilai-nilai agama harus dibedakan dari nilai-nilai kehidupan dunia dan semua aspeknya.
  2. Untuk menyebarkan pemahaman melalui prinsip-prinsip pragmatisme dan ulitarisme.
  3. Kegiatan politik bebas dari pengaruh agama.

Bentuk Sekularisme

Dalam sekularisme ada berbagai bentuk, sedangkan bentuk sekularisme adalah sebagai berikut:

Tidak Perduli Tentang Urusan Duniawi

Orang yang beragama tetapi tidak memberi sedekah untuk pembangunan infrastruktur melalui pajak, dianggap sebagai tanggung jawab negara untuk melaksanakan pembangunan. Orang – orang membuat sedekah untuk hal-hal keagamaan seperti amal, membangun masjid, merawat anak yatim dan anak yatim, dll.

Hak Asasi Manusia Sebagai Dasar Hukum

Hukum negara saat ini, khususnya Indonesia, tidak lagi memihak agama. Namun, hukum mengandung unsur sekularisme dan membatasi hukum yang berasal dari Alkitab.

Kondisi Perekonomian

Kapitalisme digunakan sebagai sistem ekonomi di suatu negara. Prinsip-prinsip yang terkandung dalam prinsip – prinsip kapitalisme adalah kebebasan individu, persaingan bebas, mekanisme perdagangan pasar, dll. Dalam kapitalisme, pemilik modal memiliki hak untuk mendominasi pasar. Sementara rakyat kecil masih hidup dalam kemiskinan.

Sekularisme Sebagai Budaya

Pengertian ini diibaratkan dengan tren untuk kaum muda pada saat ini. Tren ini disajikan dalam bentuk gaya hidup Barat atau Barat, jauh dari nilai-nilai sosial budaya yang berlaku.

Pendidikan

Pentingnya institusi pendidikan saat ini yang telah dimasukkan sekularisme ke dalam sistem pendidikan dapat secara tidak langsung diekstraksi. Ini bisa dibuktikan dengan ilmu filsafat, yang mempelajari lebih dari ilmu agama.

Media Massa

Sekularisme di media ditandai dengan kebebasan penuh untuk berekspresi, berpikir, dan berekspresi.

Hubungan interaksi antara pria dan wanita.

Hubungan antara pria dan wanita sebelum menikah pada saat ini adalah hal biasa. Ini bisa terjadi untuk menghindari perselisihan di antara mereka setelah menikah. Hubungan seksual dalam sekularisme sangat masuk akal, karena hubungan semacam itu sepenuhnya legal, tanpa harus memikirkan konsekuensi ajaran agama.

Dampak Skularisme

Dampak positif dan dampak negatif antara lain sebagai berikut:

Dampak Positif

  1. Minimalkan penyalahgunaan agama sebagai instrumen untuk mengatur masyarakat.
  2. Dorong orang untuk menggunakan pemikiran, logika, pengetahuan, dan bukti nyata.
  3. Hindari konflik horizontal yang sering terjadi di Indonesia.

Dampak Negatif

  1. Hilangnya identitas nasional, khususnya Indonesia, yang secara historis memiliki kepercayaan pada hal-hal gaib.
  2. Penggunaan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
  3. Munculnya sikap individualistis.

Faktor – Faktor Sekularisme

Ini adalah beberapa faktor yang mempengaruhi penampilan sekularisme:

  1. Agama
  2. Pola Pikir
  3. secara psikologis
  4. Sejarah
  5. Realitas sosial

Contoh Sekularisme

Dibwah ini adalah beberapa contoh nya dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Melarang penggunaan jilbab di sektor pekerjaan swasta.
  2. pergaulan bebas pergaulan bebas sudah lazim di kalangan remaja.
  3. Hukum yang tidak memihak agama.
  4. Penggunaan sistem ekonomi kapitalis sebagai mesin perekonomian negara.
  5. Tidak mencampuri urusan organisasi dengan masalah agama.
  6. Negara mengizinkan perkawinan agama yang berbeda.
  7. Jangan mengacaukan masalah bisnis dengan masalah agama.

Baca Juga:

Demikian lah penjelasan diatas semoga dapat berguina dan bermanfaat untuk teman teman sekalian. Terima Kasih.