Pengertian Wawancara – Tekhnik, Tujuan, Jenis, Ciri, Contoh

Posted on

Kuliahpendidikan.com – Pada kesempatan kali ini kita kan mmebahas tentang Pengertian Wawancara, Tujuan, Intruksi, Jenis, Keuntungan dan kelemahan nya yang akan kita bahas seperti yang ada di bawah ini.

Pengertian Wawancara

Wawancara adalah pertanyaan dan jawaban yang terjadi langsung antara dua atau lebih orang. Pewawancara biasanya disebut sebagai pewawancara, responden, namun, sebagai pewawancara.

Pengertian Wawancara

Tujuan dari Wawancara

  • Wawancara yang dilakukan tentu memiliki tujuan khusus. Inilah beberapa tujuan wawancara.
  • Tujuan dari wawancara adalah untuk memperoleh data dari informan sehingga data yang diperoleh lebih akurat.
  • Lengkapi pengumpulan data dengan teknik lain
  • Tujuan dari wawancara adalah untuk menguji hasil dari data yang telah dikumpulkan.

Instruksi Melakukan Wawancara

  • Wawancara terlebih dahulu harus diserahkan kepada pewawancara, baik secara langsung maupun tidak langsung, menentukan tujuan wawancara, misalnya. Untuk tujuan pendidikan dan lainnya. Namun, jika wawancara berbeda, kandidat adalah orang yang harus mendaftar.
  • Wawancara harus menciptakan lingkungan yang baik, misalnya. Saling menghormati, kepercayaan dalam kerja sama dan penggunaan bahasa yang baik selama wawancara.
  • Cobalah untuk menciptakan lingkungan yang santai di mana proses wawancara terasa sangat nyaman.
  • Dalam proses wawancara, yaitu ketika informasi dikumpulkan, pewawancara harus dapat bertanya atau bertanya kepada informan sehingga proses wawancara tidak menjadi rumit. Karena itu, cobalah untuk menyelesaikan pertanyaan terlebih dahulu.

Baca Juga: Pengertian Kriminalitas – Ciri, Faktor, Dampak dan Contohnya

Jenis Wawancara

Ada beberapa jenis wawancara, termasuk yang berikut:

1) Wawancara Bebas

Wawancara gratis adalah jenis kegiatan wawancara di mana pertanyaan tidak disiapkan sebelumnya. Pertanyaan-pertanyaan ditampilkan sesuai dengan suasana selama proses wawancara. Wawancara Tekdadang jenis ini juga disebut sebagai wawancara tidak terstruktur. Contohnya seperti wawancara dengan artis.

2) Wawancara Terpandu

Wawancara Terpimpin adalah wawancara di mana pertanyaan dipersiapkan sebelumnya. Wawancara jenis ini juga disebut sebagai wawancara terstruktur. Contoh wawancara yang dipandu, mis. Misalnya, wawancara dilakukan oleh fasilitator di televisi dengan informan.

3) Pembicaraan Individual

Ini adalah wawancara yang dilakukan oleh wawancara dengan satu sumber. Contoh wawancara ini adalah wawancara yang dilakukan oleh seorang jurnalis dengan pejabat khusus.

4) Wawancara Konferensi

Wawancara konferensi adalah wawancara yang dilakukan oleh satu pewawancara dengan banyak responden atau oleh banyak pewawancara dengan satu responden. Contohnya termasuk wawancara dengan wartawan dengan beberapa eksekutif bisnis mengadakan konferensi pers untuk tujuan promosi, dan wawancara dengan wartawan oleh beberapa wartawan.

5) Wawancara Terbuka

Wawancara terbuka adalah sejenis wawancara dengan jumlah pertanyaan atau jawaban yang tidak terbatas. Pertanyaan biasanya membutuhkan penjelasan dan pendapat responden.

6) Wawancara Tertutup

Yaitu, wawancara dengan pertanyaan terbatas. Sebagai aturan, kuesioner (kuesioner) dengan jawaban yang siap untuk seleksi disiapkan dalam wawancara ini. Setuju, tidak setuju, ya, tidak, baik dan tidak baik.

Baca Juga: Pengertian Pranata Sosial – Jenis, Ciri, Fungsi, Bentuk, Contoh

Keuntungan dan kelemahan Wawancara

Segala sesuatu yang dilakukan orang harus memiliki kelebihan dan kekurangan. Juga dalam wawancara.

1) Keuntungan wawancara

Keuntungan dari wawancara sebagai alat penelitian adalah sebagai berikut.

  • Anda dapat menemukan informasi terperinci tentang suatu masalah, terutama bagi mereka yang berhubungan dengan kepribadian mereka sendiri.
  • Peneliti dapat dengan cepat mendapatkan informasi yang mereka inginkan.
  • Penyelidik dapat memastikan bahwa informan memberikan jawaban.
  • Penyelidik mencoba membuat informan benar-benar memahami pertanyaan itu.
  • Wawancara memungkinkan fleksibilitas dalam cara pertanyaan diajukan.
  • Pewawancara dapat menilai validitas atau akurasi tanggapan responden melalui gerakan, bahasa, nada, dan ekspresi wajah dari informan atau informan.
  • Informasi yang diperoleh lebih dapat diandalkan karena kesalahan penafsiran dapat diperbaiki pada saat wawancara.
  • Informan lebih bersedia untuk mengungkapkan informasi dan lebih fleksibel dalam pengungkapannya.

2) Kelemahan Wawancara

Wawancara tidak hanya memiliki kelebihan, tetapi juga beberapa kelemahan, termasuk yang berikut ini.

  • Jawaban lisan diragukan valid.
  • Para peneliti itu sendiri tidak konstan.
  • Jika pemeriksa tidak melakukan wawancara, ada kesalahan interpretasi mengenai bagian tugas tugas wawancara. Karena karakteristik pribadi informan tidak terdaftar oleh penyidik sendiri.
  • Banyak kendala dalam memproses hasil wawancara.
  • Tidak ada sistem standar untuk merekam hasil wawancara. Oleh karena itu, peneliti cenderung mengembangkan metode mereka sendiri untuk merekam hasil wawancara.
  • Butuh banyak waktu, energi, uang, dan pikiran.
  • Tidak mudah untuk mengetahui orang atau informan sumber, sehingga penyidik atau pewawancara harus menyesuaikan waktu orang tersebut atau informan sumber. Itu karena kita membutuhkannya, bukan orang yang membutuhkan kita.

Baca Juga:

Demikianlah penjelasan tentang pengertian wawancara diatas semoga dapat berguna dan bermanfaat untuk teman teman sekalian. Terima Kasih.