Pengertian Urbanisasi

Posted on

Kuliahpendidikan.com – Pada kesempatan kali ini kita kan membahas tentang Pengertian Urbanisasi menurut ahli, Latar belakang, Faktor penyebab dan dampak nya yang akan kita bahas dan kita jelaskan seperti yang ada di bawah ini.

Pengertian Urbanisasi

Urbanisasi adalah perpindahan Penduduk dari desa ke kota atau sebaliknya. Distribusi penduduk yang tidak merata antara kota dan kota akan menyebabkan berbagai masalah dalam kehidupan sosial. Urbanisasi adalah masalah serius bagi kita semua.

Pengertian urbanisasi Menurut National Encyclopedia of Indonesia adalah proses untuk meningkatkan pangsa populasi di perkotaan. Selain itu, urbanisasi dalam ilmu lingkungan dapat diartikan sebagai proses urban di suatu wilayah. Proses urban ini dapat ditafsirkan dalam dua cara.

Pemahaman pertama adalah perubahan signifikan dalam aspek fisik dan sosial-ekonomi-budaya di wilayah tersebut karena percepatan kemajuan ekonomi. Contohnya termasuk wilayah Cibinong dan Bontang, yang telah berubah dari kota ke kota karena aktivitas industri. Pemahaman kedua adalah banyaknya penduduk yang pindah dari desa ke kota karena daya tarik kota tersebut, misalnya kesempatan kerja.

Pertama, semua orang ingin hidup dengan baik dan dihormati oleh orang lain, tetapi dengan harapan besar ini, tentu tidak mudah untuk membalikkan telapak tangan Anda, dan orang sering bertekad untuk melakukan apa saja selama mereka dapat hidup dengan sopan dan terhormat. . untuk orang lain, walaupun sangat sulit.

pengertian urbanisasi

Karena alasan ini, mereka yang tinggal di desa-desa dengan sumber daya minimal kadang-kadang putus asa untuk pergi ke kota (urbanisasi) untuk mencoba peruntungan dengan harapan menjalani kehidupan yang layak, meskipun mereka tidak memiliki apa-apa. Ini dapat menyebabkan masalah baru di kota.

Fenomena ini tidak dapat dipisahkan di Indonesia, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung dan kota-kota besar lainnya, yang akhirnya mengarah ke daerah kumuh. Permukiman ini biasanya terletak di daerah aliran sungai (DAS), yang menyebabkan banjir di Indonesia hampir setiap tahun pada musim hujan.

Baca Juga:  Pengertian Samudra

Pengertian Urbanisasi Menurut Pendapat Ahli

Berikut ini adalah pemahaman urbanisasi menurut para ahli.

  • Daldjoeni (1998)

Urbanisasi adalah pemukiman perkotaan yang, di samping jumlahnya, cenderung tumbuh dengan mantap. Pada saat yang sama, proporsi populasi dunia kita yang tinggal di kota harus meningkat. Peningkatan pangsa juga disebut sebagai urbanisasi.

Baca Juga: Pengertian Seni Budaya – Jenis Fungsi dan Contoh nya

  • Kantsebovskaya, (1976)

Urbanisasi dapat diartikan sebagai gejala atau sebagai proses lintas sektoral dalam hal sebab dan akibat.

  • Ir. Triatno Yudo Harjoko

Urbanisasi adalah proses perubahan komunitas dan wilayah di area non-urban, menjadikannya urban.

  • Shryyock dan Siegel, (1976)

Urbanisasi adalah peningkatan populasi perkotaan.

  • j.h. de goede

Urbanisasi adalah proses pertumbuhan populasi di daerah perkotaan (urban) atau transformasi dari pedesaan (rural) menjadi urban.

Latar Belakang Urbanisasi

Latar belakang urbanisasi di negara maju dengan negara berkembang menunjukkan beberapa perbedaan:

  1. Negara Industri Maju

Di negara-negara industri maju, urbanisasi dimulai dengan industrialisasi, jadi industri adalah titik awal untuk urbanisasi. Populasi perkotaan tumbuh lebih lambat daripada di negara-negara berkembang, sementara pertumbuhan perkotaan relatif lebih seimbang (tanpa perbedaan besar), sehingga “proses urbanisasi adalah proses ekonomi”.

  1. Negara Berkembang

Urbanisasi di negara-negara berkembang dimulai sejak Perang Dunia II, urbanisasi adalah titik awal pengembangan industri (tidak seperti negara-negara industri), populasi perkotaan meningkat dengan cepat, sehingga urbanisasi tidak begitu seragam, semakin besar kota, semakin cepat proses urbanisasi, konsep “kota primata”. Lalu dia berkata: “Proses urbanisasi adalah demografis.” Inilah yang terjadi di Indonesia saat ini, yaitu kawanan komunitas pedesaan ke kota, membuat kota lebih padat.

Baca Juga: Pengertian Multikultural – Latar Belakang, Ciri, Bentuk Contoh

Faktor Penyebab Urbanisasi

Faktor-faktor yang menyebabkan urbanisasi dikaitkan dengan faktor klasik utama, kemiskinan di daerah pedesaan. Dari faktor-faktor utama ini, ada dua faktor yang menyebabkan urbanisasi:

Baca Juga:  Pengertian Emigrasi

1. Faktor Penarik

Ada beberapa alasan mengapa penduduk desa pindah atau pindah ke kota:

  1. Lahan pertanian semakin sempit.
  2. Merasa tertantang oleh budaya tempat asal.
  3. Pengangguran karena tidak banyak pekerjaan di kota
  4. Terbatasnya sarana dan prasarana di desa, seperti hiburan yang tidak memadai.
  5. Dikeluarkan dari kota asal untuk menjadikan kota tujuan.
  6. Impian menjadi kaya karena gaji di kota lebih tinggi
  7. Melanjutkan sekolah karena kurangnya fasilitas atau kualitas di kota.
  8. Pengaruh cerita orang-orang bahwa kehidupan di kota mudah ditemukan, bekerja atau membuka usaha kecil
  9. kebebasan pribadi yang lebih besar
  10. kebiasaan atau agama yang longgar

2. Faktor Pendorong

Baca Juga: Pengertian Kemiskinan – Jenis, Faktor, Dampak dan Contohnya

Di sisi lain, kota memiliki daya tarik, di sisi lain, situasi kehidupan di kota biasanya mempercepat proses urbanisasi, ini merupakan faktor kunci dalam munculnya urbanisasi. Faktor-faktor pendorong yang dimaksud meliputi:

  1. Kondisi orang-orang yang biasanya menjalani kehidupan yang statis (tidak berubah sangat lambat). Ini bisa terjadi karena kebiasaan yang kuat atau bahkan pengaruh agama.
  2. Keadaan kemiskinan rakyat, yang tampaknya abadi.
  3. Hampir tidak ada pekerjaan karena mayoritas penduduk hanya bergantung pada produk pertanian
  4. berpenghasilan rendah di kota
  5. kurangnya keamanan
  6. Lembaga pendidikan atau akademik yang kurang berkualitas

Dampak Urbanisasi

Sebagai hasil dari meningkatnya proses urbanisasi, mereka berdampak pada lingkungan perkotaan baik dalam hal perencanaan kota maupun secara sosial dan spasial. Dampak urbanisasi terhadap lingkungan perkotaan meliputi:

  • Dampak Positif

Dampak positif urbanisasi melihat urbanisasi sebagai upaya pembangunan integral yang tidak terbatas pada kedekatan administrasi kota. Mereka melihat kota sebagai tempat konsentrasi modal, pengalaman, kekuatan kreatif dan semua jenis fasilitas yang penting untuk pembangunan.

Baca Juga:  Pengertian Migrasi

Dan tekankan bahwa kota adalah “sektor utama” dalam perubahan ekonomi, sosial dan politik. Urbanisasi adalah variabel independen yang mendorong pembangunan ekonomi.

  • Dampak Negatif

Di Indonesia, masalah urbanisasi telah dimulai dengan diperkenalkannya beberapa langkah “sembrono” di masa Orde Baru. Pertama, ada kebijakan ekonomi makro (1967-1980) di mana kota adalah pusat ekonomi. Kedua, kombinasi kebijakan substitusi impor dan investasi asing di bidang manufaktur, yang pada kenyataannya memicu polarisasi pembangunan di wilayah metropolitan Jakarta.

Ketiga, penyebaran mekanisasi pertanian yang cepat pada awal 1980-an, yang menyebabkan kaum muda dan akademisi enggan mengolah atau kembali ke dunia pertanian.

Aliran urbanisasi yang tidak terkendali ini diyakini merusak strategi perencanaan pembangunan kota dan menggunakan fasilitas kota di luar kendali pemerintah kota. Beberapa konsekuensi negatif akan meningkat dengan meningkatnya kejahatan dan penurunan tingkat kesejahteraan.

dampak negatif lainnya adalah munculnya “urbanisasi berlebihan” di mana persentase yang sangat besar dari penduduk perkotaan tidak setuju dengan perkembangan ekonomi negara. Selain itu, mungkin juga ada “sub-urbanisasi” di mana populasi di daerah pedesaan terlalu kecil untuk tingkat produksi dan mode produksi.

Pada saat kota mendominasi fungsi hirarki sosial, ekonomi, pendidikan, dan perkotaan. Ini telah menyebabkan pengangguran dan setengah pengangguran. Kota-kota dipandang sebagai proses “pseudo-urbanisasi” yang tidak efisien dan artifisial. Urbanisasi dengan demikian merupakan variabel yang tergantung pada pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga:

Demikianlah penjelasan diatas semoga dapat berguna dan bermanfaat untuk teman teman sekalian. Terima kasih.