Pengertian Pajak, Jenis – Jenis Pajak, Fungsi Pajak dan Manfaat pajak

Posted on

Kuliahpendidikan.com – Pada kesempatan  kali ini kita akan membahas penjelasan tentang Pengertian Pajak, Jenis – Jenis Pajak, Fungsi Pajak dan Manfaat pajak yang ada di Indonesia.

Pengertian pajak

Pajak merupakan iuran dari rakyat kepada negara dengan berdasarkan peraturan undang-undang, sehingga dapat untuk dipaksakan, dan juga tidak mendapat balas jasa secara langsung. Pajak dipungut dengan berdasarkan dari  berbagai norma hukum untuk dapat menutup semua biaya produksi barang serta jasa kolektif guna mencapai kesejahteraan umum. Penolakan untuk membayar, perlawanan, atau penghindaran terhadap pajak pada umumnya hal tersebut termasuk pelanggaran hokum dan akan mendapatkan sanksi melalui pengadilan pajak.

Pengertian Pajak, Jenis – Jenis Pajak, Fungsi Pajak dan Manfaat pajak

Pajak terdiri atas pajak langsung dan juga pajak tidak langsung serta dibayarkan dengan menggunakan uang ataupun kerja yang memiliki nilai setara. ada beberapa Negara yang sama sekali tidak mengenakan pajak, seperti United Arab Emirates. Lembaga Pemerintah yang bertugas dalam mengelola perpajakan di Indonesia adalah Direktorat Jenderal Pajak yang merupakan salah satu dari direktorat jenderal di bawah naungan dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Jenis jenis pajak

  1. Pajak berdasarkan sistem pemungutan

Dari cara pemungutannya, pajak dibagi menjadi 2 yaitu pajak langsung dan tidak langsung.

Pajak langsug (Direct Tax) adalah pajak yang harus ditanggung sendiri oleh wajib pajak dan tidak dapat dialihkan ke pihak lain. Pajak tersebut dibayar secara berkala berdasarkan atas surat ketetapan pajak yang dibuat kantor pajak. Contoh pajak langsung ialah Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Pajak tidak langsung (Indirect Tax) ialah pajak yang pembayarannya dapat dialihkan atau dilimpahkan  ke pihak lain. Pajak ini ditagihkan berdasarkan peristiwa atau suatu aktivitas tertentu, jadi tidak dibayar secara berkala. Contoh pajak tidak langsung iaalah pajak penjualan atas barang mewah( PPnBM), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), bea materai, dan cukai.

  1. Pajak berdasarkan instansi pemungut

Berdasarkan lembaga pemungutnya, pajak dibagi  menjadi 2 yaitu pajak negara (pusat) dan pajak daerah.

Pajak negara (pusat) ialah pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat. Pemungutan pajak ini dilakukan melalui instansi seperti Dirjen Pajak, Dirjen Bea dan Cukai, ataupun  kantor inspeksi pajak yang tersebar di seluruh Indonesia. Contoh ialah pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai, bea materai, bea masuk, cukai, pajak bumi dan bangunan, pajak migas, pajak perolehan hak atas tanah dan bangunan.

Pajak daerah adalah pajak yang punguutannya dilakukan oleh pemerintah daerah. Pajak ini terbatas hanya untuk rakyat daerah itu sendiri dan dilakukan oleh Pemerintah daerah Tingkat II maupun Pemda Tingkat I. Contohnya ialah pajak hotel, pajak hiburan, pajak restoran, pajak reklame, pajak tontonan, pajak radio, pajak kendaraan bermotor, pajak bahan bakar dan masih banyak lainnya.

Baca Juga: Pengertian Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Objek, Subjek dan Dasar Hukum PPN serta Tarif PPN

  1. Pajak berdasarkan sifat

Menurut sifatnya, pajak dapat digolongkanatas  2 jenis yaitu pajak subjektif dan objektif.

Pajak subjektif merupakan pajak yang pungutannya berdasarkan atas penghasilan wajib pajak maupun harta kekayaan wajib pajak. Contohnya ialah pajak penghasilan, pajak kekayaan.

Pajak objektif merupakan pajak yang pungutannya tidak berdasarkan atas penghasilan dan kekayaaan wajib pajak dan pajak ini  berkaitan atas objek pajak dari wajib pajak itu sendiri. Contohny ialah pajak impor, pajak kendaraan bermotor, bea materai, bea masuk, pajak pertambahan nilai.

Pengertian Pajak, Jenis – Jenis Pajak, Fungsi Pajak dan Manfaat pajak

Fungsi pajak

  1. Fungsi anggaran (budgeter)

Fungsi ini merupakan fungsi untuk pembiayaan anggaran belanja negara.

  1. Fungsi mengatur (regulasi)

Fungsi ini digunakan untuk mengatur pertumbuhan ekonomi dari negara Indonesia melalui kebijakan pemerintah.

  1. Fungsi stabilitas

Fungsi ini uuntuk menjalankan kebijakan pemerintah yang berhubungan stabilitas perekonomian negara. Jadi pajak ini dappat berfungsi untuk mengendalikan inflasi.

  1. Fungsi redistribusi pendapatan (pemerataan)

Fungsi ini diggunakan untuk pemerataan dari pendapatan masyarakat dengan tujuan kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat.

Manfaat Pajak

  1. Membiayai Pengeluaran Negara. Seperti pengeluaran untuk proyek produktif barang ekspor.
  2. Membiayai Pengeluaran Produktif.
  3. Membiayai pengeluaran yang bersifat self liquiditing dan tidak reproduktif seperti pengeluaran untuk pendirian monumen dan objek rekreasi.
  4. Membiayai pengeluaran yang tidak produktif seperti pengeluaran untuk membiayai pertahanan negara atau perang.

Baca Juga:

Demikian lah penjelasan tentang Pengertian Pajak, Jenis – Jenis Pajak, Fungsi Pajak dan Manfaat pajak diatas semoga dapat bermanfaat untuk teman – teman sekalian. Terima Kasih.