Pengertian Kwitansi – Invoice dan Contohnya

Posted on

Kuliahpendidikan.com – Pada kesempatan kali ini kita kan membahas tentang Contoh Kwitansi, Pengertian Kwitansi, Pengertian Invoice atau Faktur dan Dokumen lainnya yang akan kita bahas seperti yang ada dibawah ini.

Pengertian Invoice atau Faktur

Terkadang banyak orang yang menyebut Invoice sebagai faktur. walaupun berbeda penyebutan, pada dasarnya invoice dan faktur adalah benda yang sama.

contoh kwitansi

Biasanya, invoice atau faktur ini dikeluarkan oleh penjual dan merupakan tagihan yang harus dibayarkan oleh konsumen.

Selain itu, di dalam invoice biasanya juga memuat informasi lainnya. Misalnya rincian barang seperti ukuran dan berat, tanggal pengiriman barang, biaya lainnya, nama penerima invoice, serta lain-lain.

Pada umumnya, sebuah invoice dibuat dalam tiga rangkap. Rangkap pertama diberikan kepada konsumen. Rangkap kedua ditandatangani oleh pembeli dan disimpan oleh penjual.

Rangkap kedua ini nantinya akan digunakan sebagai lampiran penagihan di kemudian hari. Dan rangkap ketiga disimpan dalam buku faktur atau invoice.

Sejak 2014, Ditjen Pajak memberikan aturan bahwa setiap perusahaan wajib membuat elektronik faktur sebagai upaya menghindari penyalahgunaan laporanpajak.

Karena itu, setiap perusahaan harus bisa menyesuaikan diri dengan peraturan ini. Secara umum, ada beberapa jenis invoice atau faktur yang biasa digunakan dalam transaksi perdagangan:

  1. Invoice Biasa

Invoice biasa merupakan invoice yang sederhana dan umumnya biasa digunakan dalam transaksi jual beli harian. biasanya digunakan untuk transaksi yang hanya dibutuhkan satu kali proses pembayaran saja.

  1. Invoice Proforma

Invoice proforma memiliki sifat yang temporer atau sementara. Invoice jenis ini diberikan oleh penjual kepada pembeli sebelum penyerahan barang secara keseluruhan dilakukan.

Invoice proforma digunakan jika barang yang diterima konsumen diberikan dalam beberapa tahap.

Baca Juga: Tugas Administrasi, Pengertian dan Ciri – Ciri Administrasi

Invoice proforma ini hanya bersifat sementara. Artinya, jika seluruh barang sudah diberikan dan diterima sepenuhnya, maka invoice proforma akan diganti denganinvoice utuh atau invoice biasa.

  1. Invoice Konsuler

Jika Anda melakukan transaksi perdagangan tingkat internasional seperti ekspor dan impor, maka Anda akan membutuhkan invoice konsuler ini.

Penggunaan invoice konsuler ini biasanya dibutuhkan persetujuan dari suatu negara tujuan pengimpor barang lebih dulu seperti atase perdagangan, dan kedutaan besar negara pengimpor serta kantor konsuler yang ada di negara pengekspor.

Pengertian Kwitansi

Kwitansi merupakan bukti transaksi yang dibuat dan juga diberikan oleh penerima uang dan akan diserahkan kepada pihak yang melakukan pembayaran tersebut.

Lembaran kwitansi dibuat dengan tujuan memperkuat legalitas suatu transaksi dan membuktikan adanya penyerahan sejumlah uang.

Karena itu, suatu transaksi harus dibubuhi tanda tangan, dan dalam beberapa kondisi juga membutuhkan meterai. Pada umumnya, kwitansi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Memiliki Dua Bagian

Pada umumnya lembaran kwitansi memiliki dua bagian, yaitu bagian kiri dan bagian kanan.

Bagian kiri atau sub kwitansi adalah bagian kecil yang digunakan sebagai bukti bagi pihak yang menerima uang. Sedangkan untuk bagian kanan kwitansi diberikan untuk pihak yang telah memberikan sejumlah uang tersebut.

  1. Kwitansi Rangkap

Beberapa kwitansi dibuat dalam bentuk rangkap. Dalam kwitansi bentuk ini, bagian asli diberikan kepada pihak yang membayar, sedangkan arsipnya disimpan atau diberikan kepada pihak yang menerima uang.

  1. Informasi Dalam Kwitansi

Sebagai bukti pembayaran, sebuah kwitansi tentu saja memuat beberapa informasi penting.

Mulai dari nama lengkap pihak yang menyerahkan sejumlah uang, uang yang telah diserahkan, tempat dan tanggal penyerahan uang, serta nama lengkap dan tanda tangan penerima.

Tata Cara Pembuatan Kwitansi

Dalam membuat kwitansi Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat membuat kwitansi yaitu:

  1. Nomor Kwitansi

Penggunaan Nomor kwitansi digunakan dengan tujuan membedakan antara satu kwitansi dengan kwitansi lainnya. Penomoran yang dilakukan di lembar kwitansi ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan pembuat kwitansi dan dibuat dengan ukuran angka atau huruf.

  1. Nama Lengkap

Bagian nama lengkap bisa diisi dengan nama lengkap orang yang melakukan transaksi atau instansi yang memberikan uang.

  1. Jumlah Pembayaran

Jumlah uang yang diserahkan ditulis dalam bentuk angka dan juga huruf.

  1. Waktu Transaksi

Selain waktu transaksi, tempat penyerahan dan pemberian uang juga dicatat di kwitansi.

  1. Tujuan Pembayaran

Jangan lupa untuk menuliskan tujuan pembayaran yang menjelaskan untuk apa pembayaran dilakukan.

  1. Cap/Stempel

Kwitansi juga biasanya diperkuat dengan cap atau stempel dari pihak perusahaan yang menerima pembayaran tersebut.

  1. Meterai

Jika nilai transaksi di atas Rp250.000, kwitansi perlu dilengkapi dengan meterai 3000, sedangkan untuk transaksi di atas 1 juta Rupiah, kwitansi perlu dilengkapi dengan meterai 6000.

Untuk transaksi yang menggunakan meterai, tanda tangan harus mengenai meterai yang ditempel.

Baca Juga: Administrasi Perkantoran – Pengertian, Ruang lingkup, Tujuan, fungsi

Contoh Kwitansi

Dokumen Lainnya

Selain invoice atau faktur dan kwitansi, sebuah perdagangan atau transaksi jual beli juga biasanya terdiri dari beberapa dokumen, misalnya saja:

  1. Bon

Bon biasanya digunakan untuk transaksi yang dilakukan di toko-toko. Sedangkan untuk transaksi yang dilakukan dengan perusahaan, biasanya jarang menggunakan bon.

Bon digunakan sebagai surat keterangan peminjaman uang atau pengambilan barang.

  1. Nota

Nota digunakan sebagai bukti atas pembelian barang secara tunai. Biasanya, nota akan dibuat oleh pihak penjual dan diserahkan kepada pihak pembeli.

Sebuah nota biasanya dibuat dalam dua rangkap. Satu rangkap diberikan kepada penjual dan rangkap lainnya disimpan oleh pembeli.

Baca Juga:

Demikian lah penjelasan tentang Contoh Kwitansi, Pengertian Kwitansi, Pengertian Invoice atau Faktur dan Dokumen lainnya yang telah kita bahas diatas semoga dapat bermanfaat untuk teman – teman sekalian. Terima Kasih.