Pengertian Kemiskinan – Jenis, Faktor, Dampak dan Contohnya

Posted on

Kuliahpendidikan.com ­– Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Pengertian Kemiskinan Menurut Ahli, Jenis, Faktor, Dampak dan contoh nya yang akan kita bahas seperti yang ada di bawah ini.

Pengertian Kemiskinan

Pengertian kemiskinan adalah suatu kondisi di mana standar hidup seseorang benar-benar tidak ada atau tidak ada. Dalam istilah kualitatif, konsep kemiskinan adalah kondisi yang tidak pantas untuk kehidupan manusia.

Dampak kemiskinan terkait erat dengan masalah kesejahteraan dan tingkat minimum yang mendukung standar hidup suatu negara. Kemiskinan telah menjadi masalah global, dengan umat paroki hidup di bawah garis kemiskinan di semua negara.

pengertian kemiskinan

Pengertian Kemiskinan Menurut Pendapat Ahli

Menurut para ahli, untuk lebih memahami apa itu kemiskinan, ada berbagai definisi kemiskinan.

  1. Reitsma dan Kleinpenning

Memahami kemiskinan adalah ketidakmampuan seseorang atau seseorang untuk memenuhi kebutuhan material dan immaterial mereka.

  1. Faturachman dan Marcelinus Molo

Memahami kemiskinan adalah ketidakmampuan satu atau lebih orang (rumah tangga) untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.

  1. Hall dan Midgley

Kemiskinan adalah keadaan kelangkaan sosial dan material yang dapat membuat seseorang atau individu hidup dengan standar kehidupan yang layak atau keadaan di mana seseorang atau individu mengalami kerugian relatif dibandingkan dengan yang lain.

  1. Friedman

Definisi kemiskinan, menurut Friendman, adalah ketimpangan dalam kemampuan untuk mengartikulasikan kekuatan sosial yang dapat terdiri dari sumber daya keuangan, kebijakan sosial, barang atau jasa, aset, jaringan sosial, informasi, pengetahuan dan keterampilan.

  1. Imamat

Memahami kemiskinan adalah kurangnya barang dan jasa yang diperlukan untuk mencapai standar hidup yang layak.

Jenis – Jenis Kemiskinan

Ada berbagai jenis kemiskinan di masyarakat. Rincian lebih lanjut tentang jenis-jenis kemiskinan berikut dan contoh-contoh kemiskinan.

  1. Kemiskinan Subyektif

Kemiskinan subyektif muncul karena seseorang memiliki alasan sendiri mengapa kebutuhan mereka tidak dapat dipenuhi secara memadai, meskipun orang tersebut tidak terlalu miskin.

Contoh kemiskinan subyektif: pengemis musiman di kota-kota besar.

Baca Juga: Kemampuan (Ability)- Pengertian, Konsep dan Contohnya

  1. Kemiskinan Absolut

Definisi kemiskinan absolut adalah bentuk kemiskinan di mana orang atau keluarga memiliki pendapatan di bawah minimum atau di bawah garis kemiskinan. Penghasilan orang ini tidak dapat menutupi kebutuhan dasar seperti perumahan, pendidikan, makanan, kesehatan, pakaian.

Contoh kemiskinan absolut: keluarga yang hidup di bawah garis kemiskinan.

  1. Kemiskinan Relatif

Definisi kemiskinan relatif adalah bentuk kemiskinan karena pengaruh kebijakan pembangunan yang tidak terdistribusi secara merata atau yang tidak mempengaruhi semua bidang kehidupan. Efek dari kebijakan ini dapat menyebabkan perbedaan dalam pendapatan dan standar sosial.

Contoh kemiskinan relatif: lebih sedikit pekerjaan, lebih banyak pengangguran.

  1. Kemiskinan Alami

Yang dipahami oleh kemiskinan alam adalah kemiskinan, karena faktor alam yang langka untuk sumber daya alam, sehingga penduduk lokal memiliki tingkat produktivitas yang rendah.

Misalnya, orang yang tinggal di benua Afrika dan memiliki tanah kering dan kering.

  1. Kemiskinan Struktural

Pengertian kemiskinan struktural merupakan jenis kemiskinan yang bias saja terjadi karena adanya struktur sosial yang tidak bisa menghubungkan masyarakat dengan sumber dayanya.

Contoh-contoh kemiskinan struktural: Orang Papua yang belum mendapat manfaat dari Yayasan Freeport.

  1. Kemiskinan Budaya

Pemahaman tentang kemiskinan budaya adalah jenis kemiskinan karena sikap atau kebiasaan orang-orang dengan budaya santai, dan tidak ada keinginan untuk meningkatkan standar hidup mereka, seperti yang terjadi di masyarakat modern.

Contoh kemiskinan budaya: suku Badui yang mendukung Adat dan menolak perjalanan waktu.

pengertian kemiskinan

Faktor – Faktor Penyebab Kemiskinan

Setelah memahami apa itu kemiskinan dan jenis kemiskinan apa yang ada, kita juga perlu tahu lebih banyak tentang faktor-faktor penyebab kemiskinan. Berikut adalah beberapa faktor yang menyebabkan kemiskinan:

  1. Pengangguran Tinggi

Pekerjaan sementara dapat menyebabkan pengangguran yang tinggi. Karena itu, lebih banyak pengangguran meningkatkan kemiskinan. Peningkatan tingkat pengangguran juga menimbulkan masalah lain seperti pengemis, kejahatan, dll.

  1. Pertumbuhan Populasi

Tingkat kelahiran tertinggi adalah salah satu penyebab kemiskinan, karena dapat secara signifikan mempercepat pertumbuhan populasi. Jika pertumbuhan penduduk tidak sebanding dengan pertumbuhan ekonomi, kemiskinan akan meningkat.

  1. Bencana Alam

Bencana alam adalah salah satu factor yang tidak dapat di cegah. Bencana alam seperti tanah longsor, tsunami, banjir, dll. Mereka dapat menyebabkan kerusakan infrastruktur dan mental. Dalam bencana alam yang parah, orang bisa menjadi miskin karena kehilangan harta benda.

Baca Juga: Hedonisme – Pengertian, Karakteristik, Dampak, Ciri, Contoh

  1. Faktor Malas Bekerja

Bukan lagi rahasia umum bahwa penyakit lambat yang memengaruhi seseorang dapat mencegah mereka hidup di bawah garis kemiskinan. Banyak orang percaya bahwa nasib dan nasib hidup dalam kemiskinan adalah cara hidup yang membuat mereka acuh tak acuh dan tidak mau bekerja.

  1. Beban Keluarga

Banyaknya anggota keluarga yang tidak terkait dengan peningkatan pendapatan dapat menyebabkan kemiskinan. Ini telah menjadi salah satu faktor penyebab kemiskinan, karena sejumlah besar anggota keluarga juga meningkatkan tuntutan dan beban hidup.

  1. Tingkat Pendidikan Rendah

Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kemiskinan adalah rendahnya tingkat pendidikan, yang umumnya tidak memiliki cukup pengetahuan, keterampilan, dan gagasan. Akhirnya, mereka yang berpendidikan rendah tidak dapat bersaing dengan orang-orang dengan pendidikan yang baik di tempat kerja. Ini meningkatkan kemiskinan dan pengangguran.

  1. Distribusi Yang Tidak Merata

Faktor terakhir yang berkontribusi terhadap kemiskinan adalah distribusi yang tidak merata. Kepemilikan sumber daya yang tidak merata dapat menyebabkan distribusi pendapatan yang tidak merata. Secara umum, orang dengan sumber daya terbatas dan kualitas rendah di bawah garis kemiskinan.

Dampak Kemiskinan

Dampak kemiskinan dapat berdampak negatif pada masyarakat. Inilah beberapa dampak kemiskinan yang sering terjadi:

  1. Tingkat Kematian Yang Tinggi

Konsekuensi dari kemiskinan adalah tingkat kematian yang tinggi. Ini karena orang yang hidup dalam kemiskinan umumnya tidak memiliki akses ke kesehatan yang memadai. Hal ini menyebabkan tingkat kematian yang tinggi di antara orang-orang di bawah garis kemiskinan.

Selain itu, gizi buruk adalah masalah yang sering terjadi di masyarakat miskin. Asupan makanan yang buruk dapat mempengaruhi kesehatan dan perkembangan fisik Anda.

  1. Peningkatan Kejahatan

Kemiskinan sering dikaitkan dengan kejahatan. Meningkatnya tingkat kejahatan adalah salah satu konsekuensi dari kemiskinan, karena orang-orang yang kurang beruntung lebih bersedia melakukan apa saja untuk memenuhi kebutuhan hidup, termasuk kejahatan. Beberapa bentuk kejahatan umum termasuk pencurian, penipuan, pencurian, pengemis, pembunuhan, dll.

  1. Akses ke Pendidikan Ditutup.

Dampak kemiskinan berikutnya adalah sulitnya mengakses pendidikan. Ini karena biaya pendidikan tidak murah dan menghambat akses orang miskin ke pendidikan. Sehingga orang miskin menjadi sulit dan tidak lagi kompetitif dan tidak dapat pulih dari resesi yang mereka alami.

  1. Lebih Banyak Bengangguran

Banyak orang miskin yang tidak memiliki akses ke pendidikan akan mengalami kesulitan memaksakan diri di tempat kerja. Oleh karena itu, dampak kemiskinan pada mereka dapat menyebabkan peningkatan pengangguran.

  1. Munculnya Konflik di Masyarakat

Perasaan tidak puas dan kecewa di antara orang miskin biasanya dipicu oleh tindakan anarkis dan bahkan dapat menyebabkan konflik yang bernuansa komunitas SARA.

Baca Juga:

Demikianlah penjelasan diatas semoga dapet berguna dan bermanfaat utnuk teman teman sekalian. Terima Kasih.