Pengertian Intensitas Cahaya

Posted on

Kuliahpendidikan.com – Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Pengertian Intensitas Cahaya, Sumber Cahaya, Sifat Cahaya, dan Kecepatan Cahaya yang akan kita bahas seperti yang ada di bawah ini.

Pengertian Intensitas Cahaya

Cahaya disebut sebagai dualisme “partikel gelombang”, yang berarti bahwa cahaya dianggap sebagai gelombang dan juga sebagai partikel.

Cahaya adalah energi dalam bentuk gelombang elektromagnetik, yang dapat dilihat dengan mata dengan panjang gelombang antara 380 dan 750 nm, tetapi kadang-kadang cahaya dapat dilihat dengan mata telanjang.

Cahaya adalah partikel yang disebut foton. Foton adalah medan elektromagnetik kuantum yang berinteraksi dengan elektron dan inti.

Pengertian Intensitas Cahaya

Sumber Cahaya

Objek yang dapat memancarkan cahaya disebut sumber cahaya. Sekarang, menurut sumbernya, ada dua jenis cahaya, yaitu:

  • cahaya dari objek itu sendiri, z. Seperti matahari, lilin, lampu, senter, dll.
  • Cahaya yang terpancar dari objek karena cahaya yang dipantulkan dari sumber cahaya utama. Misalnya, ketika kita melihat matahari di permukaan air.
  • Perhatikan juga bahwa tidak semua benda dapat memancarkan atau memantulkan cahaya. Objek yang dapat memancarkan cahaya disebut sumber cahaya, sedangkan objek yang tidak dapat memantulkan cahaya, seperti batu, kayu, kertas, dll., Disebut objek gelap.

Sifat Cahaya

Cahaya lurus

Jenis cahaya yang saat ini merambat dapat ditentukan dengan mengamati cahaya pada kendaraan bermotor yang kita gunakan. Garis menyeramkan ini disebut cahaya. Karena sifat cahaya ini merambat dalam garis lurus, manusia dapat menggunakan cahaya untuk berbagai keperluan, seperti membuat senter, lampu, dll.

Cahaya bisa menembus benda-benda bening

Benda transparan atau transparan adalah benda transparan yang dapat ditransmisikan oleh cahaya. Objek transparan atau transparan ini dapat diterima oleh semua cahaya yang diterimanya. Contoh benda bening adalah gelas, air bening, dll. Menurut intrusi cahaya yang bisa dipindahkan, benda tersebut dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:

  • Benda transparan atau transparan.
  • Benda transparan (hanya sebagian dari cahaya yang dapat diterima, mis. Air keruh, dop roda, dll.)
  • Benda kusut (benda yang tidak bisa ditembus oleh cahaya, seperti kayu, batu, dll.)

Baca Juga: Pengertian Erosi

Cahaya bisa dipantulkan

Cahaya adalah salah satu gelombang fisika, termasuk gelombang elektromagnetik. Sekarang gelombang cahaya dapat dipantulkan (dipantulkan). Refleksi cahaya terjadi ketika cahaya mengenai permukaan yang dipantulkan (objek yang dapat memantulkan cahaya), hal. B. sebuah cermin.

Refleksi cahaya dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • refleksi reguler

Refleksi reguler adalah refleksi yang menghasilkan sinar paralel dari cahaya yang dipantulkan. Refleksi teratur terjadi ketika cahaya mengenai benda dengan permukaan datar atau mengkilap. Cermin adalah objek yang dapat memantulkan cahaya dengan sempurna. Objek yang dibuat dengan refleksi normal sangat bagus dan cocok dengan objek aslinya.

  • refleksi difus

Refleksi difus adalah refleksi yang menghasilkan sinar cahaya ke segala arah dan tidak teratur. Refleksi difus biasanya terjadi ketika cahaya menyerang objek yang dipantulkan dengan permukaan yang tidak teratur, tidak teratur, dan kasar.

Contoh reflektifitas difus adalah cahaya yang dipantulkan dalam gelombang air dan membentuk objek yang tidak mirip dengan aslinya.

Tergantung pada sifat cahaya yang dipantulkan ini, ada hukum refleksi, yang dijelaskan di bawah ini:

  • Sinar insiden, sinar pantulan dan garis normal terletak pada bidang datar.
  • Sudut pandang sesuai dengan sudut pantulan.

Cahaya bisa rusak

Gelombang fisik seperti cahaya dapat pecah juga. Pembiasaan cahaya adalah penyimpangan dari arah gelombang cahaya ketika mereka melewati dua media kepadatan berbeda. Kebiasaan ini dapat terjadi karena perbedaan kecepatan cahaya atau kecepatan cahaya di dua media. Perbedaan antara kecepatan cahaya dalam ruang hampa dan kecepatan cahaya dalam suatu zat disebut indeks bias. Aturan untuk pembiasan adalah:

Baca Juga: Pengertian Garis Khatulistiwa (Equator)

Cahaya melalui dua media berbeda dengan kepadatan optik

Lampu insiden tidak tegak lurus terhadap antarmuka (yaitu sudut cahaya yang mencapai kurang dari 90 derajat)

Ada dua cara yang terjadi dalam pembiasaan cahaya, yaitu:

  • Arah refraksi Mendekati garis normal

Arah sinar yang dibiaskan mendekati norma ketika cahaya bergerak dari medium optik yang kurang padat ke medium yang lebih padat. Misalnya, cahaya dari udara ke air.

  • Arah refraksi jauh dari normal.

Arah sinar cahaya bergerak menjauh dari normal ketika cahaya melewati dari media optik terpadat ke media kepadatan terendah. Misalnya, cahaya dari air ke udara.

Cahaya bisa diuraikan

Dekomposisi atau hamburan cahaya adalah penguraian cahaya polikromatik (cahaya putih) menjadi cahaya monokromatik (merah, oranye, kuning, hijau, biru, nila, ungu) dalam sebuah prisma melalui proses pembiasaan.

Baca Juga: Pengertian Integrasi Sosial

Cahaya putih adalah cahaya yang diciptakan oleh harmonisasi warna cahaya yang berbeda dengan panjang gelombang yang berbeda. Oleh karena itu, cahaya putih dapat membusuk menjadi cahaya yang diwarnai oleh prisma (objek bening dibatasi oleh dua bidang permukaan yang membentuk sudut tertentu). Contoh sederhana dari sedikit dekomposisi adalah pembentukan pelangi setelah hujan.

Kecepatan Cahaya

Kecepatan cahaya atau kecepatan cahaya adalah kecepatan cahaya dalam ruang hampa, nilainya sekitar 1199.792.458 m / s (3,00 × 108 m / s). Simbol kecepatan cahaya adalah c (huruf kecil).

Kecepatan cahaya adalah kecepatan maksimum yang dapat ditransmisikan oleh semua bentuk energi, materi, dan informasi di alam semesta. Kecepatan cahaya di media yang berbeda dapat bervariasi. Metode yang biasa digunakan untuk menghitung kecepatan cahaya adalah pengukuran astronomi. Ini adalah perkiraan waktu yang dibutuhkan cahaya untuk menempuh jarak tertentu di tata surya.

Intensitas Cahaya

Intensitas cahaya adalah kuantitas fisik utama yang menunjukkan kekuatan sumber cahaya dalam arah tertentu per unit sudut. Ikon intensitas cahaya adalah I (huruf kapital).

Definisi standar untuk 1 lilin adalah intensitas cahaya dalam arah tertentu dari sumber cahaya frekuensi 540 x 1012 Hz dengan intensitas radian dalam arah 1/682 watt per Esteradiant. Alat ukur yang sering digunakan untuk mengukur intensitas cahaya termasuk meter cahaya, pencahayaan, luxometer, dll.

Baca Juga:

Demikianlah penjelasan tentang pengertian intensitas cahaya diatas semoga dapat berguna dan bermanfaat untuk teman teman sekalian. Terima kasih.