Pengertian Bea Materai, Fungsi dan Subjek, Objek serta Tarif Bea Materai

Posted on

Kuliahpendidikan.com – Pada kesempatan kali ini kita  kan membahas tentang pengertian bea materai, fungsi dan subjek, objek serta tarif bea materai seperti pada penjelasan dibawah ini.

Pengertian Bea Materai, Fungsi dan Subjek, Objek serta Tarif Bea Materai  – Bea materai merupakan pajak yang dikenakan atas dokumen yang bersifat perdata dan dokumen yang digunakan untuk di pengadilan. Nilai bea meterai yang berlaku diindonesia saat ini Rp. 3.000 dan Rp. 6.000  yang disesuaikan dengan nilai dokumen dan penggunaan dokumen.

Pengertian bea materai

  1. Bea materai merupakan pengenaan pajak pada dokumen berupa kertas yang menurut Undang-Undang menjadi objek bea materai.
  2. Bea Materai merupakan pajak yang didapat secara tidak langsung yang dipungut secara incidental. Bea materi sendiri termasuk di dalam undang – undang nomor 13 tahun 1985 dimana dalam undang – undang tersebut dijelaskan tentang dasar hokum penggunaan bea materai.
Pengertian Bea Materai, Fungsi dan Subjek, Objek serta Tarif Bea Materai
contoh materai 6000

Dokumen yang termasuk dikenakan bea materai antara lain :

  1. Kwintasi
  2. Surat Perjanjian
  3. Surat yang berhubungan tentang uang

Fungsi Bea Materai

Menurut undang undang Pasal 1 ayat 1 UU No. 13 tentang Bea Materai, fungsi bea materai merupakan pajak dokumen yang dibebankan pada dokumen tertentu oleh negara. Jadi dapat disimpulkan, fungsi materai dapat menentukan sah atau tidaknya suatu perjanjian.

Subjek Bea Materai

Dibawah ini adalah subjek bea materai, diantaranya:

  1. Pihak penerima dan atau mendapat manfaat dari dokumen, kecuali pada pihak – pihak yang bersangkutan menentukan lain.
  2. Dalam hal dokumen dibuat sepihak contohnya, Kwitansi
  3. Dalam hal dokumen dibuat oleh 2 (dua) pihak atau bisa juga lebih, misal surat perjanjian dibawah tangan, maka masing-masing pihak tersebut terutang bea materai.

Baca Juga: Pengertian, Tujuan, Fungsi dan Macam – Macam Kebijakan Fiskal

Objek Bea Materai

Dalam undang undang nomor 13 tahun 1985, objek bea materai merupakan dokumen yang menyatakan nominal dengan jumlah tertentu.

objek bea materai, diantaranya adalah:

  1. Surat perjanjian dan surat-surat lain yang dibuat dengan tujuan sebagai buktian mengenai perbuatan kenyataan dan keadaan yang bersifat perdata
  2. Akta notaris
  3. Akta pejabat pembuat akta tanah (PPAT)
  4. Surat berharga
  5. Dokumen yang dipergunakan untuk pembuktian di pengadilan

Objek Yang Tidak Dikenakan Bea Materai

Objek yang tidak dikenai bea materai ialah dokumen yang berhubungan dengan transaksi internal dalam perusahaan, berkaitan dengan pembayaran pajak dan juga dokumen Negara lainnya.

Dokumen yang tidak termasuk objek bea materai, antara lain yaitu:

a. Dokumen yang berupa:

  1. surat penyimpanan barang
  2. konosemen
  3. surat angkutan penumpang dan barang
  4. keterangan pemindahan yang dituliskan di atas dokumen surat penyimpanan barang, konosemen, dan surat angkutan penumpang dan barang
  5. bukti untuk pengiriman barang untuk dijual atas tanggungan pengirim
  6. surat pengiriman barang untuk dijual dengan tanggungan pengirim
  7. surat lainnya yang bisa disamakan dengan surat di atas

b. ijazah

c. bukti pembayaran gaji, pensiun, uang tunjangan dan pembayaran lainnya.

d. Tanda bukti penerimaan uang negara dan kas negara

e. Kwitansi untuk semua jenis pajak dan penerimaan lainnya

f. Tanda penerimaan uang yang dibuat untuk keperluan intern suatu organisasi.

g. Surat gadai yang diberikan Pegadaian.

h. Tanda pembagian keuntungan atau bunga dan Efek, dengan nama dan bentuk apapun

Pengertian Bea Materai, Fungsi dan Subjek, Objek serta Tarif Bea Materai
contoh materai 3000

Tarif Bea Materai

Dibawah ini adalah tarif bea materai:

a.  Tarif bea materai Rp. 6.000,00 digunakan untuk dokumen berupa:

  1. Surat Perjanjian dan surat lainnya yang dibuat dengan tujuan sebagai alat bukti mengenai perbuatan, kenyataan atau keadaan yang bersifat pendata.
  2. Akta notaris dan salinannya.
  3. Surat berharga seperti wesel, promes, aksep dan cek yang harga nominalnya lebih dari Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah).
  4. Dokumen yang akan digunakan sebagai alat pembuktian dalam Pengadilan, yakni:
  • surat biasa dan surat kerumah tanggaan.
  • surat yang tadinya tidak dikenakan bea meterai berdasarkan tujuannya, jika digunakan dengan tujuan lain dan digunakan oleh orang lain selain dan maksud semula.

b. Untuk dokumen yang menyatakan nominal uang, seperti:

  • Nominal hingga Rp250.000,- tidak dikenakan bea materai
  • Nominal antara Rp250.000,- hingga Rp1.000.000,- dikenakan bea mterai Rp3.000,-
  • Nominal lebih dari Rp 1.000.000,- dikenakan bea materai Rp 6.000,-

c. Cek dan Giro yang dikenakan Bea Meterai dengan tarif sebesar Rp 3.000,- tanpa batas pengenaan besarnya harga nominal.

d. Efek pada bursa efek dengan nama dan dalam bentuk apapun yang memiliki harga nominal Rp 1.000.000,- dapat dikenakan Bea Meterai Rp 3.000,- dan sedangkan yang memiliki nominal lebih dari Rp 1.000.000,- dikenakan Bea Meterai Rp 6.000,-.

Baca Juga: Contoh Penghitungan PPH 21 Berdasarkan PTKP

Demikian lah penjelesan tentang pengertian bea materai, fungsi dan subjek, objek serta tarif bea materai semoga dapat bermanfaaat untuk temen teman sekalian.