Akuntansi Perpajakan

Posted on

Kuliahpendidikan.com – Pada pertemuan kali ini kita kan membahas tentang pengertian akuntansi perpajakan, fungsi akuntansi perpajakan, sifat akuntansi perpajakan serta prinsif akuntansi perajakan yang akan kita bahas dan kita jelaskan seperti yang ada dibawah ini.

Pengertian Akuntansi Perpajakan

Akuntansi Perpajakan merupakan Suatu seni dalam mencatat, menggolongkan, mengihtisarkan serta menafsirkan sebuah transaksi-transaksi finansial yang dilakukan oleh suatu perusahaan yang bertujuan untuk menentukan jumlah penghasilan kena pajak (penghasilan yang digunakan sebagai dasar penetapan beban dan pajak penghasilan yang terutang) yang didapatkan atau diterima dalam sebuah tahun pajak untuk dipakai sebagai dasar penetapan beban dan/atau pajak suatu penghasilan yang terutang oleh perusahaan sebagai wajib pajak. Wajib Pajak ialah meliputi dari Wajib Pajak Badan dan Wajib Pajak Orang Pribadi.

Akuntansi Perpajakan

Fungsi Akuntansi Perpajakan

Akuntansi pajak memiliki fungsi yang cukup krusial dalam sebuah instansi perusahaan, dikarenakan jika salah dalam untuk penentuan pajak maka akibat terburuknya bisa di cabut dalam ijin usahanya. Secara umum dibawah ini merupakan fungsi atau peran akuntansi perpajakan:

  1. Untuk merancang sebuah strategi perpajakan yang harus diambil oleh perusahaan, strateginya yang positif tetapi tidak melakukan suatu kecurangan / penggelapan pajak.
  2. Digunakan untuk menganalisa serta untuk memprediksi nilai potensi pajak yang harus ditanggung atau dibayarkan oleh suatu perusahaan dalam masa depan.
  3. Memiliki fungsi untuk mengimplementasikan kebutuhan akuntansi terhadap setiap kegiatan perusahaan lalu menyajikannya dalam suatu bentuk informasi laporan keuangan fiskal maupun dalam bentuk sebuah laporan keuangan komersial.
  4. Mempunyai fungsi untuk mendokumentasikan perpajakan dengan baik, dan untuk dijadikan bahan evaluasi.
Baca Juga:  7 Penerimaan Negara Bukan Pajak, UU PNBP

Sifat Akuntansi Perpajakan

  1. Pajak merupakan iuran masyarakat kepada pemerintah yang sifatnya dipaksakan dalam pembayarannya. Tetapi karena dipaksakan inilah sering terjadi pada saat petugas pajak berlaku semaunya atau tidak berlaku adil dalam menjalankan sebuah tugasnya. Hal ini dapat dipicu dengan banyaknya wajib pajak yang tidak dapat mematuhi suatu kewajiban dalam membayar pajak yang sebagaimana mestinya serta adanya suatu kekeliruan ketika dalam mencatat sebuah transaksi, utamanya yang berhubungan pada perpajakan.
  2. Pajak merupakan sebuah alat yang digunakan untuk membiayai suatu beban atau pengeluaran pemerintah, yang di mana pemerintah dapat menggunakan pajak sebagai sumber kegiatan operasional pemerintahan.
  3. Wajib pajak tidak mendapat suatu imbalan jasa secara langsung, tapi wajib pajak mendapat suatu perlindungan dari negaranya yakni mendapatkan sebuah pelayanan sesuai dengan haknya.
  4. Pajak mempunyai fungsi untuk mengatur segala aspek ekonomi,sosial dan budaya.

Baca Juga: Pengertian, tujuan dan fungsi akuntansi keuangan

Prinsip Akuntansi Perpajakan

Prinsip – prinsip yang terdapat didalam akuntansi pajak adalah sebagai berikut:

  1. Kesatuan Akuntansi

Pada prinsip yang satu ini, maka Perusahaan dianggap satu kesatuan ekonomi yang terpisah dengan suatu pihak-pihak yang berkepentingan dengan suatu sumber-sumber perusahaan lainnya.

  1. Kesinambungan

Pada prinsip yang satu ini mengatakan bahwa suatu entitas ekonomi diasumsikan akan terus menerus melanjutkan sebuah usahanya dan tidak akan mungkin dibubarkan.

  1. Harga Pertukaran Obyektif

Pada prinsipnya Transaksi keuangan harus dinyatakan dengan nilai uang. Obyektif merupakan sebagai berikut:

  • tidak dipengaruhi oleh adanya sebuah hubungan istimewa
  • Bisa diuji oleh pihak independen,
  • Tidak adanya transfer pricing
  • tidak ada KKN, tidak terdapat mark-up, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Pengertian Akuntansi Menurut Para Ahli

  1. Konsistensi

Prinsip ini mengatakan bahwa penggunaan metode dalam suatu pembukuan tidak boleh berubah –  ubah. Misalnya :

  • Pada penentuan tahun buku
  • Pada perhitungan penyusutan
  • Pada perhitungan persediaan
  • Pada pengakuan nilai kurs valuta asing
Baca Juga:  Cara Perhitungan dan Objek Serta Pemungut PPH pasal 22

 

Demikian lah penjelasan dan penjabaran tentang akuntansi perpajakan diatas semoga dapat beguna dan bermanfaat serta bisa membantu teman teman sekalian. Terima kasih.