Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Fungsi NPWP, Arti Kode NPWP, dan Syarat Membuat NPWP

Posted on

Kuliahpendidikan.com – Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Perbedaan NPWP Pribadi dan Badan, Fungsi NPWP, arti kode NPWP serta syarat membuat NPWP yang akan kita jelaskan dibawah ini.

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Fungsi NPWP, Arti Kode NPWP, dan Syarat Membuat NPWP

 Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

Di Undang undang No. 28 Tahun 2007 Pasal 1 angka 6, yang isi nya adalah NPWP atau Nomor Pokok Wajib Pajak iyalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak untuk sarana dalam administrasi perpajakan yang digunakan sebagai tanda bukti pengenal diri atau identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya diindonesia.

NPWP pun bisa disebut KTP nya Direktorat Jendral Pajak (DJP), sehingga Pemerintah dapat terus memantau pemenuhan kewajiban perpajakan masyarakat nya (sebagaimana penerimaan pajak memegang proporsi kurang lebih 70% dari penerimaan Negara).

NPWP ialah kunci untuk membuka akses pemenuhan kewajiban perpajakan orang prinadi atau badan. Dengan berbagai program ekstensifikasi Wajib Pajak, dan juga untuk membiayai pembangunan,  masyarakat pun diharapkan ikut bertanggung jawab dalam pemeliharaan fasilitas yang ada.

NPWP Pribadi

Ada 2 jenis NPWP antara lain iyalah NPWP Pribadi dan NPWP Badan. Perbedaannya terdapat pada wajib pajaknya.

  • NPWP Pribadi dimiliki setiap individu ataupun setiap orang yang memiliki penghsilan di Indonesia. Jika orang tersebut seorang pegawai, maka dia hanya memiliki NPWP Pribadi.
  • NPWP Badan dimiliki oleh setiap badan ataupun perusahaan yang memiliki penghasilan didalam negeri Indonesia. apabila suatu badan atau perusahaan mendirikan perusahaan nya diindonesia maka badan tersebut wajib memiliki NPWP Badan.

Perbedaan antara NPWP Pribadi dan NPWP Badan

Perbedaan yang ada hanya data – data tambahan yang terdapat pada database kantor pajak, misalnya :

  • Nama Wajib Pajak
  • Alamat
  • Jenis usaha
  • Pemilik perusahaan
  • Nomor akta
  • Jenis usaha dan cabangnya
  • Harta yang dimiliki
  • dan informasi lainnya yang terdapat di dalam perusahaan

Fungsi NPWP

Fungsi NPWP iyalah untuk mempermudah pegadministrasian pajak. Dengan adanya NPWP maka perhitungan dan data tidak akan mungkin tertukar. Ada 3 fungsi utama kartu NPWP yang harus anda ketahui yaitu :

  1. Fungsi Utama NPWP sebagai Alat Administrasi Perpajakan

  • Alat identifikasi dan administrasi perpajakan.
  • sebagai Tanda pengenal identitas Wajib Pajak (WP) untuk mengurusi hak dan kewajibannya terkait perpajakan.
  • Kode ini akan dicantumkan dalam suatu dokumen – dokumen perpajakan.
  1. Fungsi Administrasi (Pengurusan Perizinan)

  • Pengajuan kredit bank, khususnya kredit konsumtif.
  • Pembuatan pembukaan rekening bank (rekening biasa dan rekening Koran).
  • Pembuatan paspor jika untuk berlibur ke luar negeri.

Jika seseorang pengusaha atau wiraswasta, maka NPWP juga juga berfungsi untuk :

  • sebagai Syarat administrasi untuk mengikuti lelang di instansi Pemerintah, BUMN dan BUMD.
  • Pengajuan izin usaha, seperti TDP (Tanda Daftar Perusahaan). SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan),
  • Pembayaran untuk pajak final, seperti : PPN, BPHTB, PPh Final, dan lain sebagainya.
  1. Fungsi Pelayanan Pajak

  • Pengembalian pajak, jika terjadi kelebihan bayar pajak.
  • Pengurangan pembayaran pajak.
  • Penyetoran dan pelaporan pajak.
  1. Fungsi Pengurusan Taspen

Bagi yang sudah tidak bekerja secara aktif lagi, kepemilikan NPWP tetap diperlukan. Hal ini karena mereka tetap menerima penghasilan berupa uang pension. untuk pensiunan TNI yang dikelola oleh Akabri dan PNS, pembuatan Tabungan Pensiun (Taspen) membutuhkan NPWP sebagai dokumen  kelengkapannya.

Baca Juga:  Leasing : Pengertian, Contoh Perjanjian, Hak dan Kewajiban serta Kegiatannya

Arti Kode NPWP

Kode NPWP terdiri dari 15 digit. Contoh angka NPWP : 21.321.456.8-134.000 yang memiliki arti :

Dua digit pertama (contoh: 21) menunjukkan identitas wajib pajak.

  • 01 sampai 03 adalah Wajib Pajak Badan
  • 04 sampai 06 adalah Wajib Pajak Pengusaha
  • 05 adalah Wajib Pajak Karyawan
  • Wajib Pajak Orang Pribadi adalah 07 sampai 09

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Fungsi NPWP, Arti Kode NPWP, dan Syarat Membuat NPWP

Enam digit berikut (contoh: 321.456) merupakan nomor registrasi  yang ditetapkan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak kepada Kantor Pelayanan Pajak (KPP).

Satu digit berikut (contoh: 8) merupakan kode pengaman untuk menghindari terjadinya pemalsuan ataupun kesalahan pada NPWP.

Tiga digit berikut (contoh: 134) merupakan Kode Kantor Pelayanan Pajak (KPP),

Tiga digit berikut (contoh: 000) merupakan status wajib pajak.

000 berarti kantor pusat. 001,002 dan selanjutnya merupakan  kantor cabang, dimana angka akhir menunjukkan urutan kode kantor cabang

Syarat Membuat NPWP

Syarat Membuat NPWP Pribadi

Berikut ini syarat NPWP Pribadi :

  1. Fc Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  2. Materai Rp 6.000 (materai bawa sendiri)
  3. Isi lengkap formulir pendaftaran (formulir telah tersedia di kantor pajak)

Jika bekerja sebagai karyawan

  1. Fc identitas pribadi, Kartu Tanda Penduduk (KTP) Warga Negara Indonesia.
  2. Fc paspor, fc Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) atau Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) Warga Negara Asing.
  3. Jika bekerja sebagai seorang PNS, maka sertakan fotokopi SK PNS. Jika bekerja sebagai seorang karyawan swasta, maka sertakan fotokopi surat keterangan kerja dari tempat kerja.
  4. Isi lengkap formulir pendaftaran (formulir telah tersedia di kantor pajak).

Baca Juga: