Isi Tritura, Latar Belakang Tritura, Tokoh Tritura, dan Tujuannya

Posted on

kuliahpendidikan.com – Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Latar Belakang Tritura, Isi Tritura, Tokoh Tritura, dan Tujuan Tritura yang akan kita bahas seperti yang ada di bawah ini.

Tiga Tuntutan Rakyat (atau biasa disingkat Tritura) adalah tiga tuntutan kepada pemerintah yang diserukan para mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI). Selanjutnya diikuti oleh kesatuan-kesatuan aksi yang lainnya seperti Kesatuan Aksi Wanita Indonesia (KAWI), Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPI), Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI), Kesatuan Aksi Buruh Indonesia (KABI), dan Kesatuan Aksi Guru Indonesia (KAGI), Kesatuan Aksi Sarjana Indonesia (KASI), serta didukung penuh oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Latar Belakang Tritura, Isi Tritura, Tokoh Tritura, dan Tujuan Tritura

Gerakan 30 september ini yang melatar belakangi Tritura atau Tri Tunturan Rakyat atau yang biasa dikenal dengan G30SPKI, dikarenakan kejadian ini sendiri didalangi oleh PKI. Setelah terjadinya pada 30 September tersebut, ada banyak sekali ormas – ormas utamanya yang berasal dari kelompok mahasiswa dan kelompok – kelompok lainnya mengadakan aksi demonstrasi secara  besar – besaran guna menuntut pada pemerintah mengenai beberapa hal.

Tuntutan itu lah yang pada akhirnya disebut dengan Tritura yakni Tri Tuntutan Rakyat atau Tiga Tuntutan Rakyat. Salah satu tuntutan yang paling utama iyalah dengan membubarkan PKI yang ada kaitannya dengan tragedi 30 September. Akan tetapi pemerintah pada saat itu tidak serma merta langsung mengambi tindakan yang tegas terhadap PKI karena selain ekonomi sedang memburuk, harga – harga juga semakin melambung tinggi sehingga menambah keresahan yang terjadi pada rakyat.

Latar Belakang Tritura

Naiknya Letnan Jenderal Soeharto menjadi kepala daerah tidak dapat dilepaskan dari peristiwa bersejarah Gerakan 30 September 1965 atau G 30 S PKI. Kejadian ini merupakan peristiwa yang menjadi titik awal berakhirnya kekuasaan Presiden Soekarno dan lenyapnya kekuatan politik PKI dari peraturan politik yang ada Indonesia. Peristiwa tersebut telah menimbulkan amarah rakyat indonesia.

Pada saat itu Keadaan politik dan juga keamanan di Negara indonesia menjadi sangat kacau, keadaan perekonomian Indonesia pun makin memburuk dimana inflasi mencapai 600% sedangkan upaya pemerintah melakukan devaluasi rupiah dan kenaikan menyebabkan timbulnya keresahan masyarakat.

Ketika itu gelombang demonstrasi menuntut pembubaran PKI semakin kuat dan keras dan pemerintah tidak segera mengambil tindakan. Keadaan negara Indonesia sudah sangat parah, baik dari segi ekonomi maupun politik. Harga barang naik sangat tinggi terutama Bahan bakar minyak (BBM). Dan keadaan itu yang memnbuat KAMI dan KAPPI memelopori kesatuan aksi yang tergabung dalam Front Pancasila mendatangi DPR-GR menuntut Tritura pada tanggal 12 Januari 1966.

Isi Tritura

  1. Pembubaran PKI beserta ormas-ormasnya
  2. Perombakan kabinet Dwikora
  3. Turunkan harga sembako

Tuntutan pertama dan kedua sebelumnya sudah pernah diserukan oleh KAP-Gestapu (Kesatuan Aksi Pengganyangan Gerakan 30 September). Sedangkan tuntutan ketiga baru diserukan saat itu. Tuntutan ketiga sangat menyentuh kepentingan orang banyak.

Pada tanggal 21 Februari 1966 Presiden Soekarno mengumumkan reshuffle kabinet. Dalam kabinet itu duduk para simpatisan PKI. Kenyataan ini menyulut kembali mahasiswa meningkatkan aksi demonstrasinya. Paada Tanggal 24 Februari 1966 mahasiswa  yang tergabung dalam Kami memboikot pelantikan menteri – menteri baru. Dalam insiden yang terjadi dengan Resimen Tjakrabirawa, Pasukan Pengawal Presiden Soekarno, seorang mahasiswa Arif Rahman Hakim meninggal. Pada tanggal 25 Februari 1966 KAMI dibubarkan, namun hal itu tidak mengurangi gerakan-gerakan mahasiswa untuk melanjutkan Tri Tuntutan Rakyat (Tritura).

Rentetan demonstrasi yang terjadi menyuarakan Tritura akhirnya diikuti keluarnya Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar) oleh Presiden Soekarno yang memerintahkan kepada Mayor Jenderal Soeharto selaku panglima Angkatan Darat untuk mengambil tindakan yang perlu untuk memulihkan keamanan dan ketertiban.

Baca Juga: DPD – Pengertian, Hak dan Kewajiban, Tugas dan Wewenang nya Serta Dasar Hukum DPD

Tokoh Tritura

Berikut ini adalah Tokoh tritura yang terlibat dalam peristiwa G30S PKI adalah sebagai berikut :

  1. Chaerul Saleh

Chaerul Saleh adalah pejuang dan juga tokoh politik Indonesia yang pada saat itu pernah menjabat sebagai menteri, wakil perdana menteri, dan ketua MPRS antara tahun 1957 sampai 1966. Dia adalah Salah satu pemuda yang menculik Soekarno dan Hatta dalam Peristiwa Rengasdengklok (meninggal 1967 sebagai tahanan).

  1. D.N. Aidit

D.N. Aidit merupakan ketua PKI (meninggal dibunuh 1965).

  1. Lettu Doel Arif

Lettu Doel Arif adalah tokoh yang pada saaat itu  menculik jenderal – jenderal Angkatan Darat yang saat itu diduga akan membentuk Dewan Jenderal oleh PKI pada peristiwa Gerakan 30 September 1965 (hilang).

  1. Lukman Njoto

Lukman Njoto adalah Menteri Negara pada pemerintahan Soekarno dan wakil Ketua CC PKI yang sangat dekat dengan D.N. Aidit (ditangkap 1966 dan hilang).

  1. Ibnu Parna

Ibnu Parna iyalah politisi fraksi PKI, pemimpin Partai Acoma, dan aktivis buruh (dibunuh).

  1. Muhammad Arief

Muhammad Arief merupakan pencipta lagu “Genjer-genjer” (dibunuh).

  1. M.H. Lukman

M.H. Lukman iyalah Wakil Ketua CC Partai Komunis Indonesia. (dihukum mati 1965).

  1. Ir. Sakirman

Ir. Sakirman iyalah petinggi Politbiro CC PKI dan kakak kandung dari Siswondo Parman, salah satu korban yang diculik meninggal dalam peristiwa G30S (hilang).

  1. Brigjen Soepardjo

Brigjen Soepardjo adalah Komandan TNI Divisi Kalimantan Barat yang mempunyai peran penting dalam peristiwa Gerakan 30 September (dihukum mati).

  1. Sudisman

Sudisman merupakan anggota Politbiro CC PKI (dihukum mati).

  1. Syam Kamaruzzaman

Syam Kamaruzzaman merupakan tokoh kunci G30S dan orang nomor satu di Politbiro PKI yang bertugas membina simpatisan PKI dari kalangan TNI dan PNS (dijatuhi hukuman mati 1968, dieksekusi 1986).

  1. Letkol Untung Syamsuri

Letkol Untung Syamsuri merupakan Komandan Batalyon I Tjakrabirawa yang memimpin Gerakan 30 September pada tahun 1965 (dihukum mati 1969).

Baca Juga: BPUPKI – Pengertian, Sejarah, Anggota, Tugas, Tujuan dan Hasil Sidang BPUPKI

  1. Trubus Soedarsono

Trubus Soedarsono iyalah pematung dan pelukis naturalis Indonesia (dibunuh).

  1. Wikana

Wikana merupakan seorang pejuang kemerdekaan Indonesia, bersama Chaerul Saleh dan Sukarni termasuk dalam pemuda yang menculik Soekarno dan Hatta dalam Peristiwa Rengasdengklok. (hilang)

Aksi aksi Tritura

  1. Pembubaran PKI,
  2. Pembersihan kabinet dari unsur-unsur G30S PKI, dan
  3. Penurunan harga/perbaikan ekonomi.

Gerrakan mahasiswa  yang tergabung dalam KAMI dan KAPPI dan kesatuan-kesatuan aksi yang tergabung dalam Front Pancasila mendatangi DPR-GR pada tanggal  12 Januari 1966, mengajukan tiga buah tuntutan yaitu:

(1) Pembubaran PKI,

(2) Pembersihan kabinet dari unsur-unsur G30S PKI, dan

(3) Penurunan harga/perbaikan ekonomi.

Tuntutan rakyat banyak agar Presiden Soekarno membubarkan PKI ternyata tidak dipenuhi Presiden. Pada saat itu presiden soekarno mengadakan perubahan menjadi Kabinet 100 Menteri yang sebelum nya Kabinet Dwikora, yang ternyata belum juga memuaskan hati rakyat karena di dalamnya masih bercokol tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa G30S PKI.

Tujuan Tritura

  1. Merongrong kepemimpinan, kewibawaan, atau kebijakan Presiden,
  2. Memperhebat “pengganyangan terhadap Nekolim serta proyek “British Malaysia”

Dampak Positif Tritura

  1. Pembubaran PKI dan organisasinya, yang hampir mengancam ideologi bangsa.
  2. pembersihan kabinet Dwikora

Dampak Negatif Tritura

  1. Pelanggaran HAM pada masa orde baru.

Baca Juga:

Demikian lah penjelasan tentang Latar Belakang Tritura, Isi Tritura, Tokoh Tritura, dan Tujuan Tritura yang telah kita bahas seperti yang ada di atas semoga dapat bermanfaat untuk teman teman sekalian. Terima Kasih.