Fenomena Sosial – Pengertian, Penyebab, Jenis dan contohnya

Posted on

Kuliahpendidikan.com – Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Fenomena Sosial, Pengertian, Penyebab, jenis dan juga contoh nya yang akan kita bahas seperti yang ada dibawah ini.

Pengertian Fenomena Sosial

Fenomena Sosial adalah suatu gejala atau peristiwa yang bisa saja terjadi dan diamati dalam kehidupan sosial. Fenomena sosial juga disebut fenomena sosial. Seperti disebutkan dalam paragraf pertama, fenomena sosial ini dapat dipengaruhi oleh bentuk – bentuk perubahan sosial dan tingkatan drajat seseorang atau suatu kelompok. Bentuk-bentuk ini tidak dapat dihilangkan, tetapi harus diantisipasi.

Fenomena Sosial - Pengertian, Penyebab, Jenis dan contohnya

Penyebab Fenomena Sosial

1). Faktor Budaya: Faktor ini adalah nilai yang tumbuh dan berkembang di lingkungan atau di masyarakat.

2). Faktor Struktur: Faktor ini adalah suatu kondisi yang mempengaruhi struktur yang terdiri dari pola tertentu.

Jenis Jenis Fenomena sosial

  1. Ekonomi: Pada umunya Fenomena sosial ekonomi dapat terjadi pada masalah seperti pengangguran, kemiskinan, pendapatan, populasi, dan lainnya.
  2. Budaya: Konflik antara dua budaya lokal yang berbeda atau konflik antara budaya lokal dan internasional adalah salah satu bentuk dari fenomena sosial ini.
  3. Lingkungan Alam: Fenomena sosial dalam lingkungan sosial dapat terjadi dalam bentuk penyakit atau bencana alam.
  4. Psikis: gangguan mental adalah bentuk dari fenomena sosial semacam ini.

Masalah sosial juga merupakan bentuk dari fenomena sosial. Masalah adalah masalah sosial ketika nilai-nilai sosial tidak sesuai dengan kenyataan. Masalah sosial itu sendiri memiliki dua bentuk, yaitu:

  1. Disorganisasi sosial: tidak adanya atau kegagalan sistem sosial yang dapat mengakibatkan individu dan kelompok memiliki tujuan yang gagal mencapai tujuan mereka. Ini terjadi karena empat alasan: kurangnya atau penghancuran saluran komunikasi, konflik nilai dan kepentingan yang terjadi dalam masyarakat, proses sosialisasi yang lemah.
  2. Penyimpangan perilaku dan prosedural: adalah masalah sosial yang disebabkan oleh perilaku menyimpang dari masyarakat.

Contoh Fenomena Sosial

Berikut adalah beberapa contoh yang terjadi di masyarakat:

  1. Mudik

Fenomena ini terjadi setahun sekali, paling sering adalah momen Idul Fitri. Fenomena sosial ini disebabkan oleh faktor budaya atau budaya. Fenomena ini sendiri merupakan kegiatan kembali dari kota atau dari luar negeri ke kota kelahirannya untuk merayakan sumpah. Tradisi ini berlangsung beberapa hari sebelum kedatangan liburan Idul Fitri. Biasanya, orang melakukan mudik dengan sejumlah alat transportasi yang ada, seperti kendaraan pribadi, bus, kereta api, kapal laut, pesawat terbang. Fenomena ini juga menciptakan masalah yang selalu terjadi sebelum dan sesudah Idul Fitri, yaitu kelebihan beban.

  1. Kepadatan populasi

Kepadatan populasi adalah jumlah penduduk yang terlalu banyak di satu wilayah. Kepadatan ini biasanya terjadi di area pesan. Penyebab kepadatan penduduk adalah:

  • ketersediaan pekerjaan.
  • Tingkat kelahiran yang tinggi.
  • Kondisi alam
  • Perkembangan tidak merata.
  • Pola pikir penduduk desa, yang masih percaya bahwa kota adalah tempat kesuksesan, dan memutuskan untuk urbanisasi.

Seperti yang sudah dijelaskan diatas pola pikir orang – orang biasanya memandang kota – kota besar lah sebagai tempat mereka meraih kesuksesan yang membuat mereka siap untuk urbanisasi. Kegiatan urbanisasi adalah kegiatan di mana penduduk desa dibawa ke daerah perkotaan. Tentu saja, ini akan menyebabkan kota menjadi ramai dengan penduduk. Untuk mengatasinya, ada sejumlah cara untuk mencegah urbanisasi:

  • pembangunan yang adil.
  • Memfasilitasi akses ke komunikasi dan transportasi.
  • Harmonisasi standar pendidikan di kota dan desa.
  • Penyediaan fasilitas kesehatan yang memadai.
  • Pemerataan wilayah pemerintahan.
  • Menciptakan pekerjaan di desa.
  • Peningkatan fasilitas umum di desa-desa yang ditinggalkan.
  • Memberikan pemahaman kepada penduduk desa tentang kehidupan kota yang sesungguhnya.
  • memprioritaskan pengembangan daerah tertekan.
  • Melakukan program pengembalian dari kota ke tempat asal.
  1. Kejahatan

Kejahatan adalah fenomena sosial yang negatif. Kejahatan itu sendiri adalah kejahatan yang melanggar norma dan hukum yang diterapkan, berbahaya dan menyebabkan oposisi dari masyarakat. Penjahat dihukum dengan hukuman pidana, perdata dan administrasi.

Kejahatan sering terjadi di daerah perkotaan. Bentuknya bisa bervariasi. Dari pembunuhan, penculikan hingga kejahatan tak bermoral. Kejahatan itu sendiri bukan tanpa alasan. Sejumlah faktor mempengaruhi keberadaan tindak pidana, seperti yang bersifat endogen dan eksogen. Faktor endogen adalah faktor dalam diri seseorang yang menyebabkan mereka melakukan tindakan kriminal, seperti: Niat, motivasi atau perasaan terluka. Faktor eksogen dapat berupa faktor ekonomi, faktor lingkungan dan ketimpangan sosial.

Kejahatan akan memiliki sejumlah implikasi untuk masalah sosial, termasuk:

  • Kerusakan properti pada korban.
  • Trauma mental korban karena kejahatan tidak bermoral.
  • Cacat atau kematian karena pelecehan atau pembunuhan.
  1. Polusi air

Fenomena sosial ini merupakan salah satu masalah lingkungan di Indonesia. Kebiasaan membuang sampah di sungai dan limbah pabrik dan rumah tangga yang mengalir melalui sungai adalah faktor yang menyebabkan pencemaran ini. Tidak hanya sungai, danau, lautan, dan bahkan air tanah yang tercemar. Polusi air juga menjadi masalah di berbagai negara di dunia. Polusi air juga menjadi penyebab kematian dan sumber berbagai penyakit, seperti diare, kanker dan sebagainya. Selain itu, pencemaran air menyebabkan sejumlah konsekuensi seperti banjir, kekurangan air, erosi, tanah longsor, kerusakan ekosistem perairan dan kerugian bagi nelayan. Pengelolaan limbah dalam bentuk limbah padat dan limbah industri dan rumah tangga adalah solusi utama untuk mengatasi salah satu fenomena sosial di Indonesia.

  1. Kenakalan remaja

Kenakalan remaja adalah tindakan yang melanggar norma, hukum, dan prinsip etika yang dilakukan oleh anak kecil. Kenakalan remaja mencakup semua tindakan yang melanggar norma-norma yang berlaku dan merugikan diri mereka sendiri dan masyarakat. Paling umum, bagaimanapun, adalah pelanggaran narkoba, seks bebas dan perkelahian mahasiswa.

Pelanggar ini bukan tanpa alasan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan seorang remaja tidak bertindak dengan benar:

Faktor internal:

  • Krisis identitas
  • Pengekangan diri yang buruk.

Faktor eksternal:

  • Keluarga, baik dalam bentuk perceraian antara ayah dan ibu, otoritas orang tua terhadap anak-anak dan sebagainya.
  • Teman sebaya yang miskin.
  • lingkungan yang buruk.

Baca Juga:

Demikianlah penjelasan diatas semoga dapat berguna dan bermanfaat untuk teman teman sekalian. Terima Kasih.