Demokrasi – Pengertian, Sejarah, Prinsip, Ciri, Jenis, Contoh

Posted on

Kuliahpendidikan.com – Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang pengertian demokrasi menurut para ahli, prinsip, ciri, dan jenis nya yang akan kita bahas seperti yang ada di bawah ini.

Pengertian Demokrasi Menurut Ahli

Dibawah ini merupakan pengertian demokrasi menurut apara ahli antara lain sebagai berikut:

  1. Abraham Lincoln

Menurut Abrahan Lincoln, konsep nyaadalah sistem pemerintahan yang diselenggarakan oleh rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Artinya, orang adalah otoritas tertinggi dalam pemerintahan di mana setiap orang memiliki hak yang sama dalam mengatur kebijakan pemerintah.

  1. Charles Costello

Menurut Charles Costello, adalah sistem sosial dan politik pemerintahan sendiri, dengan kekuasaan pemerintah dibatasi oleh undang-undang dan kebiasaan dalam melindungi hak-hak individu warga negara.

  1. H. Harris Soche

Menurut H. Harris Soche, konsepnya adalah bentuk pemerintahan rakyat. Dengan kata lain, Rakyat adalah mereka yang memiliki kekuasaan dalam pemerintahan dan memiliki hak untuk mengatur, melestarikan dan melindungi diri mereka sendiri dari paksaan dari perwakilan mereka.

  1. Sidney Hook

Menurut Sidney Hook, gagasan nya adalah sistem pemerintahan di mana keputusan pemerintah yang paling penting, baik langsung maupun tidak langsung, dibuat atas dasar kesepakatan mayoritas yang diberikan oleh orang dewasa secara bebas.

  1. Hans Kelsen

Menurut Hans Kelsen, konsep nya adalah pemerintahan rakyat dan rakyat. Dalam hal ini, wakil-wakil yang dipilih adalah pelaksana kekuasaan negara, di mana orang-orang percaya bahwa semua keinginan dan kepentingan mereka selalu diperhitungkan dalam pelaksanaan pemerintah.

Demokrasi - Pengertian, Sejarah, Prinsip, Ciri, Jenis, Contoh

Sejarah Demokrasi

Sistem demokrasi diterapkan dari Yunani kuno. Dengan sistem ini, orang dapat berpartisipasi langsung dalam pengambilan keputusan terkait keberlanjutan suatu negara. Karena itu, semua urusan negara harus dibicarakan langsung dengan rakyat. Demokrasi murni atau demokrasi langsung adalah sistem yang diterapkan pada waktu itu.

Tentu saja, dengan cakupan wilayah yang sangat luas hingga 250 juta jiwa, sistem ini tidak lagi relevan untuk implementasi. Sehingga orang tidak bisa lagi berpartisipasi langsung dalam keputusan pemerintah apa pun.

Dibentuk seperti sekarang, dengan DPR. Sebagai perpanjangan dari aspirasi rakyat. Kondisi tersebut mengarah pada istilah demokrasi representatif atau demokrasi tidak langsung.

Indonesia pernah memperkenalkan sistem demokrasi yang dipimpin di era Sukarno. Selama era Soeharto, demokrasi dipromosikan oleh Pancasila. Sampai era reformasi, negara kita menganut sistem demokrasi Pancasila. Sejarah demokrasi yang singkat ini harus dipahami oleh semua warga negara.

Namun, di era reformasi ini, Indonesia mulai menunjukkan arti sebenarnya dari demokrasi. Karena dia bisa mengadakan pemilihan presiden, anggota parlemen dan pemimpin daerah secara langsung. Perubahan dalam negara regional dan dalam ekspansi regional juga ditentukan oleh pemerintah pusat. Untuk menanggapi keinginan dan aspirasi semua orang.

Setelah implementasi hari ini, sistem pemerintahan yang lebih adil dapat dirasakan. Orang-orang memainkan peran aktif dalam memilih perwakilan dan pemimpin mereka. Diharapkan setiap warga negara Indonesia dapat merasakan keadilan dan kesejahteraan.

Baca Juga: 

Prinsip Demokrasi

Prinsip demokrasi setidaknya mengandung tujuh hal, seperti penjelasan singkat berikut.

  1. Menyatakan Berdasarkan Konstitusi

Prinsip ini mengacu pada Konstitusi (Hukum Dasar) atau semua hukum yang berlaku. Konstitusi berfungsi sebagai fondasi di negara dan di negara. Fungsinya adalah pembatasan otoritas negara dan dapat memenuhi hak-hak individu. Dengan cara ini, orang tidak diperlakukan sewenang-wenang oleh pihak berwenang.

  1. Pengadilan Tidak Memihak dan Bebas

Pemerintah tidak bisa ikut campur dalam peradilan. Karena sistem pemerintah berpegang teguh pada keadilan yang bebas. Netralitas sangat penting agar Anda dapat melihat masalah secara akurat dan jelas. Sehingga hakim dapat bekerja dengan baik dalam mencari keadilan. Selanjutnya, keputusan yang adil dibuat.

  1. Kebebasan Berekspresi dan Berserikat

Setiap warga negara bebas untuk menemukan organisasi atau asosiasi. serta opini Anda untuk tidak membatasi. Namun, pendapat ini harus disampaikan dengan hati-hati.

  1. Pergantian Pemerintah Secara Berkala

Agar tidak menyalahgunakan kekuasaan ini, pemerintah harus diubah secara berkala. Ini meminimalkan kemungkinan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Pemilihan harus dilakukan dengan jujur ​​dan adil. Saya berharap menemukan panduan yang dapat diandalkan.

  1. Penegakan Hukum dan Kesetaraan Semua Orang Dihadapan Hukum

Kebenaran dan keadilan tidak dapat diciptakan tanpa penerapan hukum. Penegakan hukum tidak boleh sembarangan atau berat sebelah. Karena setiap warga negara memiliki posisi yang sama di depan hukum. Maka setiap pelanggaran hukum harus dihukum berat.

  1. Jaminan Hak Asasi Manusia

Dikatakan bahwa sistem demokrasi berhasil diimplementasikan ketika dikombinasikan dengan perlindungan hak asasi manusia. Karena hak fundamental ini adalah hak setiap manusia. Sehingga negara juga harus menghargainya dan tidak pernah melanggar HAM.

  1. Kebebasan Pers

Pers adalah sarana untuk menyalurkan aspirasi warga. Jadi Anda bisa memberikan kritik dan saran kepada pemerintah sebagai pemuat ketertiban umum. Fungsi lainnya adalah sosialisasi semua program pemerintah. Membangun komunikasi antara rakyat dan pemerintah.

Ciri – Ciri Demokrasi

Dikatakan bahwa negara telah memperkenalkan sistem ketika beberapa fitur demokrasi telah terwujud. Berikut sejumlah Ciri yang bisa dipertimbangkan.

  1. Semua Keputusan Pemerintah

selalu didasarkan pada aspirasi dan kepentingan warga. Karena itu, tidak didasarkan pada kepentingan pribadi atau kelompok. Jadi Anda dapat menghindari praktik korupsi yang tidak terkendali.

  1. Penerapan Karakteristik Konstitusional

Ini mengacu pada kemauan, kepentingan atau kekuatan rakyat. Dimana ditentukan dalam ketentuan hukum atau undang-undang. Hukum yang dibuat harus seadil mungkin.

  1. Memiliki Perwakilan Rakyat

Seperti di Indonesia, ada badan legislatif bernama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Untuk urusan negara, kekuasaan dan kedaulatan rakyat diwakili oleh anggota dewan. Mereka dipilih melalui pemilihan umum.

  1. Mengadakan Pemilihan Umum

Pesta kota ini harus diadakan secara teratur sehingga para wakil atau pemimpin dipilih untuk memimpin pemerintahan.

  1. Sistem Kepartaian

Partai adalah sarana atau sarana untuk mewujudkan sistemnya. Dengan adanya Partai Rakyat, mereka dapat dipilih sebagai wakil rakyat sebagai penerus aspirasi. Pada saat yang sama, perwakilan rakyat dapat mengontrol pekerjaan pemerintah sehingga pemerintah dapat mewujudkan keinginan rakyat. Dalam hal terjadi penyimpangan, perwakilan rakyat dapat mengambil tindakan hukum. Tidak membahayakan orang dan tanah. Partai juga akan mewakili orang-orangnya untuk memilih dan menjalankan para pemimpin regional dan negara. Harapannya adalah menjadi pemimpin yang adil dan bijaksana.

Demokrasi - Pengertian, Sejarah, Prinsip, Ciri, Jenis, Contoh

Jenis – Jenis Demokrasi

Di beberapa negara, ada berbagai jenisnya. Dengan mengacu pada definisi sebelumnya, terdapat beberapa jenis demokrasi adalah sebagai berikut:

  1. Demokrasi Berdasarkan Bentuknya
  • Prosedural – suatu bentuk demokrasi di mana proses pemilihan Kepala Negara dan Pemerintahan dilaksanakan secara langsung. Misalnya, Pilpres, Pilkada.
  • Substansial – suatu bentuk demokrasi di mana nilai-nilai demokrasi diwujudkan dan minoritas dilindungi. Misalnya, kebebasan berekspresi tanpa mempengaruhi kepentingan publik.
  1. Demokrasi Berdasarkan Proses
  • Langsung – suatu proses demokrasi di mana semua elemen sosial terlibat dalam musyawarah tentang perumusan dan definisi kebijakan hukum.
  • Tidak Langsung – Ini adalah proses demokratis dimana pedoman umum atau undang-undang dirumuskan dan diadopsi oleh lembaga-lembaga manusia yang representatif, seperti Dewan Perwakilan Rakyat.
  1. Demokrasi Dasarkan Pada Ideologi
  • Liberal – sebuah ideologi demokrasi yang didasarkan pada kebebasan individu. Dalam praktiknya, negara memiliki kekuasaan yang terbatas dan harus melindungi hak-hak individu dalam kehidupan warganya.
  • Demokrasi – yaitu ideologi demokrasi berdasarkan komunalisme penduduk suatu negara. Dalam implementasinya, negara menjadi pemilik kekuatan dominan yang mewakili rakyat. Kepentingan publik mengesampingkan hak-hak individu yang bertujuan mengurangi ketimpangan sosial dalam masyarakat.
  • Pancasila – sebuah ideologi demokrasi berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Indonesia menggunakan demokrasi Pancasila, sebagaimana diabadikan dalam Prinsip ke-4 Pancasila.

Baca Juga: 

Demikianlah penjelasan diatas semoga dapet berguna dan bermanfaat untuk teman teman sekalian.