Dasar – Dasar Akuntansi

Posted on

Dasar – dasar akuntansi merupakan prosesan atau tahapan akuntansi yang merupakan poin – poin penting dari akuntansi yang harus dipahami dan dikuasai di luar kepala agar dapat menjadi seorang ahli di salah satu bidang akuntansi. Dasar Dasar Akuntansi yang perlu diketahui tersebut ialah sebagai berikut :

1. Nama dan Nomor Akun

Akun adalah kata serapan dari bahasa Inggris “account” yang merupakan tempat menampung catatan aktifitas yang disusun secara kronologis berdasar sistem urut tertentu (biasanya berdasar tanggal transaksi). kode akun ialah simbol atau nomor tertentu yang melekat pada setiap akun. Kode akun digunakan untuk mempermudah pengelompokkan akun akun yang tercatat pada setiap jurnal untuk kemudian dimasukkan ke dalam buku besar.

dasar-dasar akuntansi

Kelompok akun dibagi menjadi 2, yaitu :

  • Akun Temporal (Temporary Accounts)

Aku temporal adalah kelompok akun yang mempunyai nilai saldo bersifat sementara atau temporal. Maksudnya adalah nilai saldo akun – akun kelompok ini hanya ada selama satu periode saja, karena akan ditutup di akhir periode akuntansi atau buku. Yang disebut juga dengan Akun Nominal (Nominal Accounts).

  • Akun Permanen (Permanent Accounts)

Akun permanen merupakan kelompok akun yang bersifat tetap atau permanen. Maksudnya ialah nilai saldo akun kelompok ini tidak pernah ditutup pada periode tertentu. Jadi nilai saldonya selalu selalu ada dan tersedia selama perusahaan tersebut beroperasi atau melakukan kegiatan usaha.

Baca Juga: Pengertian, Fungsi, Sifat dan Prinsip Akuntansi Perpajakan

Yang termasuk dalam kelompok ini ialah, yaitu :

  • Aset lancer merupakan harta yang mudah dicairkan, seperti Kas, Piutang, Sewa dibayar di muka.
  • Aset tetap merupakan harta yang memiliki nilai manfaat jangka panjang atau lebih dari 1 tahun, seperti Bangunan, Mesin, Kendaraan, Peralatan.
  • Utang iyalah kewajiban perusahaan pada pihak tertentu. utang lancar dan utang jangka panjang.
  • Modal merupakan hak pemilik atas kekayaan perusahaan, jumlahnya dapat dilihat di neraca dengan menjumlahkan semua aset dikurangi total utang.

2. Konsep Debet dan Kredit

Debet merupakan posisi akun yang bersaldo normal untuk aset dan biaya. Pada jurnal letaknya berada di sebelah kiri. Maksud saldo debet ialah  jika ada aset atau biaya mengalami penambahan harus didebet di sebelah kiri dan harus dikredit di sebelah kanan jika terjadi pengurangan.

Kredit merupakan posisi akun yang bersaldo normal untuk utang, pendapatan dan modal yang letaknya di sisi kanan pada jurnal. Maksud saldo kredit ialah jika akun utang, pendapatan maupun modal mengalami penambahan harus dikredit atau ditambah di sebelah kanan dan didebet di sisi kiri jika terjadi pengurangan.

Baca Juga: Pengertian, tujuan dan fungsi akuntansi keuangan

3. Penjurnalan

Jurnal ialah  lembar kerja yang digunakan untuk mencatat transaksi yang terjadi pada sebuah perusahaan. Penjurnalan ialah proses mencatat transaksi-transaksi dari bukti-bukti yang ada ke dalam jurnal. Ada beberapa jenis jurnal yaitu :

  • Jurnal umum ialah jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi secara rinci. Jurnal ini dibuat dan digunakan untuk mencatat penyusutan aset tetap perusahaan. Kolom yang harus ada dalam suatu jurnal umum adalah nomor, tanggal, nomor referensi, kolom nominal (rupiah) debet, jurnal atau akun, dan kolom nominal kredit.
  • Jurnal khusus ialah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi khusus yang berkaitan dengan pembelian dan penjualan perusahaan.
  • Jurnal penerimaan dan pengeluaran kas merupakan jurnal yang berkaitan dengan keluar-masuknya kas di suatu perusahaan perusahaan.
  • Jurnal penutup ialah jurnal yang disusun untuk menutup akun-akun laba-rugi (pendapatan dan biaya).
  • Jurnal pembalik ialah jurnal yang disusun pada awal periode akuntansi baru untuk membalik akun jurnal penyesuaian tertentu.

4. Pemostingan Jurnal ke Buku Besar

Buku besar atau Ledger ialah kumpulan transaksi suatu akun. Teknis dalam pemostingan atau pemindahan jurnal ke buku besar setelah semua transaksi tercatat ke dalam jurnal, selanjutnya dilakukan transfer atau posting atau memindahkan jurnal ke dalam buku besar sesuai dengan tiap-tiap nama akunnya. 1 nama akun memiliki 1 buku besar.

Baca Juga: Pengertian Akuntansi Menurut Para Ahli

5. Neraca Percobaan

Neraca percobaan sama seperti neraca biasa. Hal ini harus dilakukan untuk mengetahui pencatatan telah benar sesuai debet – kreditnya  apa belum. Jika sudah sesuai, nilai nominal pada sisi debet akan sama atau balance dengan nilai nominal pada sisi kredit. Hal itu yang disebut dengan balance (seimbang).

6. Penyajian Laporan Keuangan

Penyajian laporan keuangan adalah salah satu fungsi akuntansi. Maka jika telah dibuat neraca percobaan dengan hasil yang balance, selanjutnya dapat dilakukan penyajian laporan keuangan. Proses ini merupakan tahap terakhir karena laporan keuangan ialah output dari serangkaian proses akuntansi. Laporan keuangan meruakan catatan informasi keuangan perusahaan pada satu periode tertentu yang menggambarkan aktifitas atau kinerja suatu entitas usaha atau perusahaan yang disajikan dalam bentuk mata uang tertentu. Laporan keuangan terdiri dari :

  • Neraca (Balance Sheet) ialah laporan yang menyajikan posisi keuangan atau aset perusahaan pada suatu periode tertentu.
  • Laporan Laba Rugi (Profit and Loss Report) merupakan laporan yang menyajikan perhitungan atas keuntungan atau kerugian perusahaan. Terdiri dari seluruh pendapatan yang diperoleh perusahaan dikurangi biaya-biaya yang digunakan untuk memperoleh pendapatan tersebut. Jika biaya lebih besar dari pendapatan (nominal negatif) berarti perusahaan mengalami kerugian. Namun jika lebih besar pendapatan (nominal positif) berarti perusahaan mengalami untung atau laba.
  • Laporan Perubahan Modal / Ekuitas (Equity Report) merupakan laporan yang menyajikan penambahan atau pengurangan investasi dari pemilik modal perusahaan, yang kemudian ditambah dengan laba atau dikurangi kerugian.
  • Laporan Arus Kas (Cash Flow Report) merupakan laporan yang menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas pada investasi atau operasional perusahaan dalam 1 periode tertentu.