Arti Yaumul Hisab

Posted on

Kuliahpendidikan.com – Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang arti yaumul hisab dalil Al Quran, Hadist dan firman allah Swt yang akan kita jelaskan dan kita jabarkan seperti yang ada di bawah ini.

Arti Yaumul Hisab

Pengertian Yaumul Hisab, menurut istilah tersebut, adalah Allah menunjukan kepada orang – orang tentang prilakunya di dunia dan menetapkannya, atau Allah mengingatkan dan memberi tahu orang-orang tentang baik dan hal-hal buruk yang mereka lakukan di dunia.

Diriwayatkan Nabi sallallaahu alayhi wa sallam, Abdullah ibn Mas’ud radhiyallahu anhu, mengatakan:

يَجْمَعُ اللهُ الأَوَّلِيْنَ وَالآخِرِيْنَ لِمِيْقَاتِ يَوْمٍ مَعْلُوْمٍ قِيَامًا أَرْبَعِيْنَ سَنَةً شَاخِصَةً أَبْصَارُهُمْ يَنْتَظِرُوْنَ فَصْلَ الْقَضَاءِ

“Allah mengumpulkan semua manusia dari yang pertama sampai yang terakhir, pada waktu hari tertentu dalam keadaan berdiri selama empat puluh tahun. Pandangan-pandangan mereka menatap (ke langit), menanti pengadilan Allah.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi ad-Dunya dan ath-Thabrani. Hadits ini dinilai shahih oleh al-Albani dalam Shahih at-Targhib wat-Tarhib, no.3591).

arti yaumul hisab

Syafaat Al-Kubra

Peristiwa di Padang Mahsyar sangat kuat. Pada hari itu, Allah Ta’ala mengumpulkan semua makhluknya, pertama di tanah datar yang besar. Matahari lebih dekat satu mil, sehingga orang benar-benar mengalami kesedihan dan rasa sakit.

Ketika kesulitan meningkat, mereka akhirnya mencari siapa yang bisa menawarkan syariah sehingga Allah Ta’ala akan mempercepat keputusannya. Akhirnya mereka mencoba pergi ke Nabi Adam, kemudian ke Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa bin Maryam untuk meminta Syariah, tetapi mereka semua menolak. Pada akhirnya, mereka pergi ke Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk meminta syafaatnya. Dengan izin Allah Ta’ala, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengintervensi umat manusia sehingga mereka dapat membuat keputusan. (Hadits Saheeh, diriwayatkan oleh al-Bukhaari, No. 4712 dan Muslim, No. 194 oleh teman Abu Hurairah, Radhiyallahu Anhu.)

Yaumul Hisab

Yaumul Reckoning atau Hari Reckoning adalah hari ketika Allah memberi tahu hamba-hambanya tentang pekerjaannya. Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ إِلَيْنَا إِيَابَهُمْ (25)  ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُمْ (26)

“Sungguh, kepada Kami-lah mereka kembali. kemudian sesungguhnya (kewajiban) Kami-lah membuat perhitungan atas mereka.” (QS. Al-Ghasyiyah: 25 – 26).

Rasulullah sallallaahu ‘alayhi wa sallam sering berdoa dalam doa, mengatakan:

اَللَّهُمَّ حَاسِبْنِيْ حِسَابًا يَسِيْرَا

Allohumma haasibni hisaaban yasiiro (Ya Allah, hisablah diriku dengan hisab yang mudah.)”

Kemudian ‘Aisyah radhiyallahu’ anha bertanya, yang mudah dihitung. Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab:

Baca Juga: Arti Tasamuh

“Allah memperlihatkan kitab (hamba)-Nya kemudian Allah memaafkannya begitu saja. Barangsiapa yang dipersulit hisabnya, niscaya ia akan binasa.” (Diriwayatkan oleh Ahmad, VI/48, 185, al-Hakim, I/255, dan Ibnu Abi ‘Ashim dalam Kitaabus Sunnah, no. 885. Hadits ini dinilai shohih oleh al-Hakim dan adz-Dzahabi).  

Apakah hewan juga dihisab?

Faktanya, makhluk yang diadili oleh Allah Ta’ala adalah binatang, bukan manusia atau genius. Allah Ta’ala berfirman:

وَإِذَا الْوُحُوْشُ حُشِرَتْ (5)

“Dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan.” (QS. At-Takwir: 5), yang dipanggil ke pengadilan pada hari persidangan.

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ طَائِرٍ يَطِيْرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلاَّ أُمَمٌ أَمْثَالُكُمْ مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِمْ يُحْشَرُوْنَ (38)

“Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat (juga) sepertimu. Tiadalah Kami lupakan sesuatu apapun di dalam Al-Kitab kemudian kepada Rabb-lah mereka dihimpunkan.” (QS. Al-An’aam: 38)

Syekh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rahimahullah berkata: “Pada hari kiamat, semua hewan suatu hari akan dikumpulkan sementara orang-orang menyaksikannya, dan kemudian hewan-hewan itu akan dibawa ke pengadilan, sehingga hewan dapat membalas dendam pada tanduk , tanduk-tanduk Setelah mereka membunuh binatang itu, Allah akan mengubahnya menjadi bumi, dan Allah melakukannya untuk menegakkan keadilan di antara makhluk-makhluknya “(Tafsiir Juz ‘Amma, hal. 70)

Faktur binatang buas ini disaksikan oleh para malaikat, orang percaya dan orang yang tidak percaya. Setelah hewan-hewan dibawa ke pengadilan, Allah Ta’ala berkata: “Jadilah bumi!” Kemudian hewan-hewan berbalik ke bumi. Ketika mereka melihat bahwa binatang buas itu telah menjadi tanah, orang-orang yang tidak percaya berkata: “Akan baik jika itu menjadi tanah.” Ini adalah salah satu arti dari kata Allah Ta’ala

Baca Juga: Arti Al Muhaimin

وَيَقُوْلُ الْكَافِرُ يَا لَيْتَنِي كُنْتُ تُرَابًا (40)

“Dan orang kafir itu berkata, “Alangkah baiknya sekiranya aku menjadi tanah saja.” (QS. An-Naba: 40).

Hisabnya seorang mukmin, seorang kafir dan Munafiq.

Sebenarnya, Allah menghakimi hamba-hambanya bahwa hanya pada Hari Pengadilan mereka percaya bahwa tidak ada yang melihat dia dan tidak ada yang mendengarnya. Allah SWT menyembunyikan rasa malunya sepenuhnya, sehingga tidak ada yang tahu. Tuhan menunjukkan kesalahannya dan berkata: “Apakah Anda tahu dosa ini, apakah Anda mengakui dosa ini?” Lalu dia menjawab: “Ya, rabi saya, saya tahu.” Setiap kali dosa-dosanya diperlihatkan, ia memberikannya ke titik di mana ia yakin bahwa ia akan binasa, ketika Allah Ta’ala berbicara kepadanya:

فَإنِّي قَدْ سَتَرْتُهَا عَلَيْكَ فِي الدُّنْيا، وَأَنَا أَغْفِرُهَا لَكَ الْيَوْمَ

“Sesungguhnya Aku telah menutupi dosa-dosamu di dunia, dan sekarang Aku mengampuni dosa-dosamu.” Kemudian diberikan kepadanya catatan amal kebaikannya.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, VIII/353 –Fat-h, dan Muslim, no. 2768)

Rahimakumullah Muslim, ini adalah hadiah besar yang Allah ‘Azza wa Jalla berikan kepada orang beriman. Allah Ta’ala menyembunyikan rasa malu orang beriman dan tidak mengungkapkannya kepada publik.

Alhamdulillah, Allah Ta’ala telah menutupi dosa kita. Karena itu, kita harus bertobat dari-Nya dan meminta pengampunan atas semua dosa kita. Saya berharap Allah mengambil Ta’ala dari dosa-dosa ini.

Orang-orang kafir dan Munafiq dipanggil sebelum semua makhluk. Para saksi akan memanggil mereka sebelum semua makhluk:

هَؤُلآءِ الَّذِيْنَ كَذَبُوْا عَلَى رَبِّهِمْ أَلاَ لَعْنَةُ اللهِ عَلَى الظَّالِمِيْنَ (18) 

 “Orang-orang inilah yang telah berdusta terhadap Rabb mereka.” Ingatlah, laknat Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zholim.” (QS. Huud: 18)

Apakah jin juga dikutuk?

Tentu saja, para genius dihukum, karena mereka juga sarat dengan syariah. Mereka dihukum dan dihargai karena amal mereka. Itulah sebabnya orang-orang yang tidak percaya juga dibawa ke neraka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berkata:

اُدْخُلُوْا فِيْ أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِكُمْ مِنَ الْجِنِّ وَالإِنْسِ فِي النَّارِ (38)

“Masuklah kamu sekalian ke dalam Neraka bersama umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu.” (QS. Al-A’raaf: 38)

Baca Juga: 

Demikianlah penjelasan tentang arti yaumul hisab  diatas semoga dapat berguna dan bermanfaat untuk teman teman sekalian. Terima kasih.