7 Jenis- Jenis Kredit dan Penjelasan nya

Posted on

Kuliahpendidikan.com – Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Jenis – Jenis Kredit yang terdapat di Indonesia. Kita akan bahas seperti yang ada di bawah ini.

 7 Jenis- Jenis Kredit dan Penjelasan nya

Jenis-Jenis Kredit

Kredit dapat dikelompokkan atas beberapa jenis antara lain sebagai berikut.

  1. Berdasarkan Cara Pemberiannya

Jenis kredit dapat dilihat dari dana yang diberikan oleh peminjam dan yang memberi pinjaman serta cara cara yang ada didalamnya. jenis kredit berdasarkan cara pemberiannya antara lain:

  • Kredit Aksep

Kredit ini merupakan kredit yang diberikan oleh pihak bank dan yang paling umum dikenal oleh masyarakat luas. Kredit aksep ini memberikan keuntungan yang cukup besar atas pendapatan bank per tahunnya.

  • Kredit Penjual

Kredit ini merupakan kredit yang diberikan atas penjual untuk pembeli, dimana mekanismenya iyalah memberikan barang terlebih dahulu dengan pembayarannya dapat dilakukan secara tertahan. Transaksi ini biasanya bisa terjadi diantara supplier dan distributor misalnya seperti pasar pasar grosir.

  • Kredit Pembeli

Kredit ini melakukan pembayaran diawal atau dengan kata lain melakukan pembayaran barang terlebih dahulu dengan barang yang diterima diberikan dikemudian waktu. Kredit jenis ini biasanya dilakukan saat bekerja sama dengan negara lain seperti impor.

  1. Berdasarkan Sifat Kegunaan

Kredit pada dasarnya memiliki kegunaan sebagai pemenuhi kebutuhan individu yang terbatas. jenis kredit berdasarkan sifat kegunannya antara lain :

  • Kredit Investasi

Kredit ini merupakan jenis kredit yang banyak diterapkan saat melakukan investasi. Jenis kredit ini merupakan produktif yaiutu memberikan keuntungan atas kegiatan berinvestasi. Kredit ini juga berkaitan dengan jangka waktu yang lama, baik dari perolehan keuntungan dan pengembaliannya.

Contoh kredit ini seperti investasi perkebunan karet yang membutuhkan waktu yang cukup lama yaitu waktu panen karet tersebut.

Baca Juga:

Kredit ini mempunyai tujuan sebagai modal kerja ataupun kegiatan usaha lainnya. Jenis kredit tersebut termasuk jenis kredit yang produktif seperti yang ada diatas, karena bertujuan untuk menciptakan suatu kegiatan usaha dan menghasilkan produk berupa barang yang bermanfaat sehingga mendapatkan keuntungan dari produk tersebut.

  • Kredit Konsumtif

Kredit ini berbeda dengan kredit modal kerja dan investasi, kredit ini sangat bertolak belakang. Kredit ini bersifat konsumtif dan mempunyai tujuan sebagai  pemenuhi kebutuhan yang bersifat personal, misalnya seperti kendaraan pribadi.

  1. Berdasarkan Jangka waktu Pengembalian

Semua kredit yang diberikan memiliki perjanjian yang berupa kemampuan individu untuk membayar dalam jangka waktu tertentu. Dibawah ini jenis kredit berdaarkan jangka waktu pengembalian :

  • Kredit Jangka Pendek

Kredit dengan waktu pengembalian 1 tahun. Jenis kredit ini biasanya diberikan pada  kegiatan usaha yang dapat menghasilkan keuntungan relatif singkat.

  • Kredit Jangka Menengah

Kredit yang memiliki batas waktu pengembalian maksimal 3 tahun dan tidak lebih. Kredit ini biasanya diberikan kepada jenis usaha yang mendapatkan keuntungan tidak terlalu besar yakni dibawah 100 juta, misalnya UKM.

  • Kredit Jangka Panjang

Kredit dengan jangka waktu pengembalian bisa sampai 5 tahun atau bahkan bisa lebih dari itu. Kredit ini biasanya digunakan untuk kegiatan usaha yang bisa mendapatkan keuntungan dalam jangka waktu yang lama. Misalnya industri karet dan kelapa sawit.

  1. Berdasarkan Jaminan

Jaminan digunakan dalam kredit untuk memberikan rasa aman bagi penjual maupun pembeli agar memiliki rasa tanggung jawab terhadap kedua belah pihak.  jenis kredit berdasarkan jaminannya antara lain:

  • Kredit Jaminan Orang

Kredit ini bersifat kekeluargaan  dengan jaminan kepada orang yang terpercaya antara satu dan lainnya.

• Kredit Jaminan Barang

Kredit dengan memberikan jaminan berupa barang tetap ataupun bergerak.

  • Kredit Jaminan Efek

Kredit yang memberikan jaminan berupa saham.

  • Kredit Jaminan Dokumen

Kredit dengan jaminan seperti dokumen, seperti sertifikat tanah, dsb.

  1. Berdasarkan Sektor Perekonomian

Jenis kredit yang diberikan dalam menjalankan kegiatan prekonomian untuk meningkatkan produktivitas yang bertujuan untuk kegiatan ekspor. Dibawah ini jenis kredit berdasarkan sektor perekonomian :

  • Kredit Pertanian

Kredit yang diberikan untuk kegiatan perekonomian berupa pertanian, perikanan, perkebunan, dsb. Kredit ini dapat diberikan bersamaan dengan perbaikan kemampuan masyarakat ataupun untuk perluasan kegiatan usaha.

  • Kredit Pertambangan

Kredit yang dipergunakan untuk  jenis usaha pertambangan dalam kurun waktu yang cukup lama. Seperti emas, perak, dan batubara

  • Kredit Ekspor Impor

Kredit yang diterapkan dalam kegaitan ekspor dan impor, yaitu dengan cara memberikan dana kepada imporit dan ekportir untuk menghasilkan suatu barang dengan nilai deman yang tinggi.

  • Kredit Profesi

Kredit yang diberikkan untuk para pegawai berprofesi misalnya, seperti dokter, guru, dan karyawan swasta.

  • Kredit Perindustrian

Kredit yang digunakan dalam kegiatan industri, baik dengan skala kecil, menengah dan besar.

  • Kredit Koperasi

Kredit yang diberikan kepada berbagai macam koperasi untuk menggerakan fungsi pendanaan koperasi tersebut.

  • Kredit Perumahan

Kredit ini merupakan kredit yang banyak diminati oleh keluarga baru, yakni kredit yang digunakan untuk membeli rumah baru.

Baca Juga:

  1. Berdasarkan Tingkat Golongan Ekonomi

  • Kredit Golongan Ekonomi Lemah

Kredit yang biasanya diberikan kepada pengusaha yang memiliki jumlah kekayaan dibawah 600 juta. Contohnya usaha KUT dan KUK.

  • Kredit Golongan Ekonomi Menengah dan Konglomerat

Kredit yang biasanya diberikan kepada pengusaha yang memiliki jumlah kekayaan diatas 600 juta.

  1. Berdasarkan Cara Penarikan dan Pelunasan

  • Kredit Rekening Koran

Kredit jenis ini merupakan kredit yang mempunyai nilai fleksibilitas yang cukup tinggi dalam penarikan ataupun pelunasannya. Cara penarikannya dengan menggunakan  giro maupun cek.

  • Kredit Berjangka

Kredit dengan nilai yang dapat ditarik sesuai dengan besar plafondnya. Cara pelunasannya diatur dalam perjanjian bersama kedua belah pihak.